Flicker Images

BREAKING NEWS

Memuat...

Wednesday, January 13, 2016

Unknown

KOMISI B DPRD MAGETAN SOROTI HUTAN KOTA MAGETAN

Komisi B DPRD Magetan sorotri banyaknya tanaman hutan kota yang mati dan kurang terawat. setelah emndapatkan sorotan,Dinas Kehutanan dan Perkebunan Magetan, akhirnya memperbaiki keberadaan hutan kota di beberapa titik .beberapa tanaman banyak mati dan kurang perawatan .
wajah hutan kota yang ada di Lapangan Jelok Kelurahan Bulukerto Kecamtan Magetan, tidak seperti hutan kota yang di harapkan. Pasalnya banyak tanaman yang mati dan kering,
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Magetan, Suyadi, yang meninjau bersama rombongan Komisi B DPRD Magetan, menjelaskan, banyaknya beberapa tanaman yang mati, di sebabkan kesulitan mendapat air.
Untuk itu pihaknya akan mengusahakan memasang saluran air dari PDAM, dan membangun saluran drainase di tengah dan di pinggir lahan, sehingga tidak akan lagi kekurangan air saat musim kemarau.
Soal beberapa tanaman yang mati, atau perlu diganti, suyadi menjelaskan, itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga, sebab sesuai kontrak kerjasama yang disepakati dengan Dishutbun, tanaman yang rusak atau mati akan dig anti ,meski kerusakan hanya 5 % dari total tanaman .
Menurut Suyadi, lahan hutan kota yang berada di desa Jelok, merupkan bekas pembuangan sampah, pihaknya akan terus melakukanperawatan , sehingga tanaman hutan kotabisa hijau ranau.
Read More

Tuesday, January 12, 2016

Unknown

WISATA AIR TERJUN SINGO KROMO YANG BELUM TER EKSPOST..!!

Nganjuk –KP
Air Terjun Singokromo memiliki ketinggian hanya sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar. Kondisi Air Terjun Singokromo masih betul-betul alami.  Air terjun ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Sedudo lebih tepatnya dibawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata.Terletak di Desa, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur.
Berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari Kota Nganjuk atau sekitar 2 km di selatan Agro Wisata Ganter.  Jalan masuk ke air terjun ini terletak di dekat pertigaan yang jalannya menanjak 500 m dari loket masuk ke Air Terjun Sedudo.
Kondisi jalan menuju ke air terjun ini sebagian belum diaspal, bahkan di beberapa bagian masih merupakan jalan setapak. Untuk sampai ke lokasi ini tersebut hanya dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan diperlukan sedikit ekstra tenaga karena kondisi medan yang masih alami.  Bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya sampai di tempat parkiran.  Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 500 meter atau 15 menit hingga tiba dilokasi air terjun berada. Bagi yang malas berjalan dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke sana dengan ongkos sekitar Rp 10000.  Keberadaan ojek banyak di temui di parkiran atau di depan jalan tanah setapak menuju ke air terjun.
Untuk wisata alamnya perlu diperhitungkan juga air terjun Singokromo, yang masih “perawan” dan alami. Air terjun ini adalah salah satu dari 10 deretan air terjun yang ada di puncak Gunung Wilis. Untuk ke air terjun Singokromo tak sesulit dulu. Dulu harus masih berjalan kaki dan melewati jalan setapak didalam hutan untuk mencapainya. Tapi sekarang pembangunan sudah berkembang maka dapat naik motor, tetapi untuk kebawah menuju air terjun tetap berjalan kaki. Anda jangan khawatir rasa lelah setelah berjalan kaki akan terobati setelah sampai di bawah air terjun yang tingginya ±50 meter.
           
Berbagai mitos dan kepercayaan mistis terhadap air terjun ini juga masih sangat lekat hingga sekarang. Sesuai dengan namanya “singo berarti harimau dan kromo berarti kawin” dari itu sering diyakini kalau mandi di air terjun ini akan segera mendapatkan jodoh bagi yang belum menikah, selain itu juga dipercaya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Boleh percaya atau tidak tapi itu merupakan keyakinan yang sampai kini melekat bagi sebagian masyarakat.
           
Di Gunung Wilis terdapat 10 air terjun, yang 2 sudah dapat dijangkau oleh wisatawan seperti air terjun sedudo dan air terjun singokromo. Sementara yang ke 8 lainya yang hanya bisa dijangkau oleh masyarakat desa Ngliman adalah Air Terjun Segunting, Air Terjun Banyu Selawe, Air Terjun Selanjur, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Banyupait, dan Air Terjun Cemoro Kandang. Lokasinya ke 8 air terjun tersebut dipuncak Gunung Wilis yang jalannya masih curam.Untuk melihat air terjun tersebut dari kejauhan tempat yang tepat adalah didusun Gimbal, sama seperti untuk melihat matahari terbit tadi, Anda dapat melihat Sedudo, Segunting dan Banyu Selawe.
           
Banyak hal yang menarik di Desa Ngliman, bukan hanya alamnya yang mempesona tetapi kehidupan masyarakat, kekayaan hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian yang menjanjikan masa depan, serta mistisnya yang tersimpan di Desa Ngliman.(kus)
Read More
Unknown

KODIM 0810 NGANJUK BESERTA DANRAMIL NGETOS MEMBERI BANTUAN KEPADA NENEK SEBATANG KARA

NGANJUK - KP
Kodim 0810 Nganjuk, Jawa Timur memberikan bantuan kepada warga kurang mampu kususnya mbah Menik janda jompo umur 80 tahun yang kondisinya sudah tidak bisa jalan dan biasa di bantu masak oleh ibu Siti Kalimah tetangganya. Bantuan berupa sembako itu diberikan secara langsung oleh Danramil Ngetos Kapten Syamsul dan Sertu Ngatijan selaku Babinsa Desa Blongko Kecamatan Ngetos yang mewakili Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf. Akatoto  (12/1).

Nenek Menik ini tinggal sebatang kara dan kondisi fisiknya pun memprihatinkan. Dia sudah tidak mampu lagi beraktifitas dan hanya berbaring di dalam gubuknya. Nenek Menik hanya bisa melambaikan tangannya saat melihat tetangga lewat didepan rumahnya untuk meminta sesuap nasi.
Ucapan terima kasih kepada jajaran anggota Kodim 0810 Nganjuk yang disampaikan langsung oleh ibu Siti Kalimah tetangga yang merawat nenek Menik. “Bantuan yang diberikan akan saya gunakan untuk mengurus kehidupan sehari-hari nenek Menik,” Ujarnya.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

PENERIMAAN KKN MAHASISWA UNAIR DI KECAMATAN NGETOS

Dalam acara penerimaan mahasiswa Unair yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Ngetos sekitar pukul 15.00 WIB (12/1).
Mahasiswa KKN ini langsung disambut oleh seluruh Kepala Desa, Danramil, Kapolsek dan Camat Ngetos Hariadi secara meriah. Mahasiswa ini akan melakukan kegiatan diwilayah Kecamatan Ngetos selama 25 hari yang dimulai tanggal 12 januari 2016 sampai dengan 5 februari 2016. Jumlah 108 orang yang akan dibagi tiap desa 12 mahasiswa terdiri dari 3 laki-laki dan 9 perempuan.

Dalam acara penerimaan  tersebut Hariadi selaku Camat Ngetos berharap agar Mahasiswa ikut membangun seluruh desa yang ada di Kecamatan Ngetos.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

Dewan Sidak Pembangunan Desa

Ngawi- Komisi IV DPRD Ngawi mengelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah proyek pembangunan di Kecamatan Kendal, selasa(12/1). Sasaran sidak kali ini pembangunan jalan rabat beton di desa Ploso dan karang rejo. Sidak di lakukan bertujuan untuk mengawal dan melakukan pengawasan terhadap proyek yang menyerap dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). ‘’ Kami ingin tahu sejauh mana pembangunan yang telah dijalankan oleh desa dengan anggaran yang ada,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Ngawi, Slamet Riyanto.
Dari sidak yang dilakukan di beberapa lokasi Slamet Riyanto dibuat kesal saat menggelar sidak pada proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Karang Rejo. Maklum jalan yang baru saja selesai di bangunan 3 bulan yang lalu sudah dalam kondisi rusak. ‘’ Saya sarankan agar kualitas bangunan yang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat di kerjakan secara maksimal,’’ tegasnya.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima kendala pasir yang membuat bahu jalan mudah rusak. Karena tidak kuat menahan beban saat dilalui kendaraan besar terlihat dari retakan-retakan dan banyak lubang di jalan. Bukan hanya itu papan sekat yang terpasang di bahu jalan kedepannya tidak usah dikasih karena dapat merusak jalan. ‘’ iya, sebab kesulitan pasir, sehingga pembangunan kurang maksimal, Papan sekat saya sarankan agar tidak usah dikasih,’’ terangnya.
Namun tidak semua yang di temui dalam sidak buruk ,  pembangunan jalan rabat desa ploso sudah memenuhi syarat tinggal pemasangan plang pengumuman jumlah anggaran yang telah di keluarkan. Sehingga masyarakat tahu jumlah anggaran pembangunan dan juga merupakanketerbukaan publik terkait anggaran pembangunan. ‘’ ploso bagus tinggal papn pengumuman saja yang belum terpasang, saya harap segera di pasang,’’ ungkap.

Kedepannya untuk pembangunan jalan rabat dengan lebar 3 meter agar pinggirannya di beri beton pabrikan agar lebih efesien dan kuat. Sehingga dalam pembanguna tidak akan banyak memakan waktu keran beton pabrikan tinggal di pasang pinggiran. ‘’ Atura kedepan untuk jalan lebar 3 meter samping jalan diberi beton pabrikan supaya kuat,’’ pungkasnya. (Dnt)
Read More
Unknown

Pemimpin Tegas, Pembangunan Desa Maju

Ngawi – Walaupun tidak punya PAD namun desa ploso tetap giat membangun desanya agar tidak ketinggalan dengan desa yang lain. Salah satunya upaya pembangunan infrastruktur terutama akses jalan, yang dirasa memang paling dominan banyak memberikan manfaat terhadap warganya. Apa lagi mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena akses jalan yang dilalu lancar. ‘’  Saya dan warga desa selalu gotong royong dalam pembangunan desa, supaya memberikan manfaat yang lebih kepada warga,’’ ujarnya kepada koran ini.
Menurut Kepala Desa Ploso, Hermawati, mengatakan bahwa pendapatan desanya yang juga sama seperti Desa lain. Sumber dana yang berasal baik dari pusat maupun daerah selalu terealisasi dengan baik. Hal ini tak lepas tentunya juga merupakan wujud kebersamaan antar warga dengan Pemerintah Desa tersebut. ‘’ Dana yang ada kami maksimalkan untuk pembangunan,’’ tuturnya.
Dia menambahkan sumber dana mulai dari Sarpras, Alokasi Dana Desa (ADD) hingga Dana Desa (DD) yang diterimanya. Dengan dana itu maka desanya mampu melakukan pembangunan  infrastruktur salah satunya membangun jalan rabat beton. Terbilang 585 meter saat ini pengerjaan telah terwujud dengan melibatkan pekerja yang rata-rata masyarakat setempat pula. “Saat ini kita sedang fokus pada pembangunan infrastruktur terutama akses jalan yang memang selain menjadi prioritas juga kita rasa banyak manfaatnya untuk warga kita sendiri.”  
merupakan kebanggaan desa yang tadinya masih terbilang minim dengan infrastruktur terutama jalan. Sekarang telah mampu merubah jalan menjadi mulus sesuai harapan warga serta terlihat dari luar bahwasanya desa kita tak kalah maju dengan desa lain. ‘’ Alham dulilah, pembangnan semakin membuat desa kami maju, semoga tahun depan dengan anggaran yang lebih dapat memaksimalkan di setiap aspek pembangunan,’’ jelasnya.

Desa melalui Kades sangat berterimakasih kepada Pemerintah yang sangat peduli dengan Desanya,hingga cita-cita percepatan pembangunan infrastruktur dapat terlaksana.”saya hanya berharap semoga di tahun mendatang dana yang digelontorkan untuk desanya bisa terbilang lebih daripada tahun ini.Dengan harapan agar pembangunan yang tidak hanya jalan saja dapat terwujud dengan sempurna.” Pungkasnya. (Adv/Dnt)
Read More

Monday, January 11, 2016

Unknown

KADES KWEDEN JARANG NGANTOR

Sekdesnya ngoceh...!!!


Nganjuk - KP 
Sekian banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, tetapi tidak semua bisa jadi pimpinan. Seorang pimpinan harus selalu memberikan contoh dan suritauladan kepada bawahannya. Begitu juga dengan seorang Kepala Desa, yang harus selalu memberikan contoh yang baik kepada perangkat desa dan semua warga masyarakat.

Apalagi kepada warga, pelayanannya harus lebih diutamakan, daripada kepentingan pribadi.Bukan hanya untuk warga sendiri, tetapi untuk warga lainnya, baik itu stake holder yang ada di desa, instansi, maupun kepada wartawan, LSM yang melaksanakan tufoksinya ke lapangan.

Tetapi hal ini sangat bertolak belakang dengan Kepala Desa Kweden, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Mahfud yang jarang masuk ke kantor desa. Jarangnya Kepala Desa masuk, bukanlah hal luar biasa bagi perangakat desa terutama Sekdes. Dia sudah terbiasa dengan kelakuan kepala desanya.“Jangan heran mas, kalau mas datang berkali -kali ke kantor Desa, Kepala Desa tidak ada. Hal itu sudah biasa mas,” katanya polos.

Untuk membuktikan kebenaran hal tersebut, wartawan KP berusaha beberapa kali datang ke kantor Desa, bahkan sampai datang tiga kali. Ternyata Kepala Desa Kweden tidak pernah ada. Setiap kali wartawan KP datang, hanya ada Sekdes saja," walaupun mas datang berkali-kali hanya saya aja mas yang ada di kantor, ya begini mas kondisi kantor berserakan gak ada yang membersihkan,katanya Kades kantor desa mau direnovasi tapi sebetulnya gak perlu tidak ada manfaatnya Kades saja jarang kekantor, terus jika ada warga yang mau minta surat langsung datang kerumah Kepala Desa." Terangnya (Yan/kom)
Read More
Unknown

Balap Liar Kocar Kacir

NGAWI-Meski aksi balap liar sudah sering kali diamankan namun tampaknya tak membuat jera bagi para penggila balap kuda besi yang satu ini.Seperti halnya yang terjadi di daerah Klampisan masuk wilayah Kecamatan Geneng,hal ini terjadi hingga kadang membuat repot pihak Kepolisian untuk membubarkannya.Betapa tidak aksi balap yang satu ini kadang berpindah-pindah tempat,namun atas info warga akhirnya Polsek Geneng dapat membubarkan aksi tersebut,bahkan sedikitnya tuju motor berhasil diamankan oleh petugas.
Kejadian berawal dari banyaknya laporan yang masuk ke pihak Polsek Geneng tentang adanya balap liar yang sering meresahkan warga sekitar.Atas laporan tersebut beberapa anggota Polsek saat menjalankan patroli rutin sengaja mendatangi beberapa titik yang disinyalir sebagai tempat rutin ajang balap liar tersebut.Saat disalah satu tempat ketika para pembalap sedang mencoba motornya mengetahui adanya patrol tersebut,spontan tanpa aba-aba menjadikan para pembalap lari kocar-kacir.Hingga tak disadari pula tuju motor ditinggal lari oleh segerombolan pemuda yang akan mengadakan ajang balap liar tersebut.Selanjutnya ketujuh motor terpaksa diamnkan di Mapolsek geneng guna proses labih lanjut.
Sementara Kapolsek Geneng AKP Widodo membenarkan adanya kejadian tersebut.”Saat patroli rutin anggota kami mendapati adanya balap liar tersebut,secepatnya anggaota kita mengamankan nya karena memang hal ini sering meresahkan warga terutama pengguna jalan yang lain,” Ucapnya pada Koran ini.
Tambahnya lagi untuk saat ini pihaknya akan gencar melakukan patroli yang selain untuk menciptakan kondusifnya Kamtibmas demi kenyamanan warga.Juga menekan adanya tindak kejahatan pencurian sepeda motor (Curanmor).”Kami selelu berharap agar warga selalu aktif memberi info kepada kita tentang gangguan apa saja,agar kita bias bergerak dengan cepat serta bisa memberi kenyamanan pada warga ,” Pungkas Kapolsek. (Drg)
Read More
Unknown

Transparansi Dana Desa Karanggupito

Ngawi- Desa Karanggupito mengadakan acara udar gelung atau musyawarah desa laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa tahun 2015. Dengan mengumumkan Alokasi Dana Desa (DD) yang dikucurkan Pemerintah Pusat maupun dari APBD dan diumumkan secara transparan pada publik, khususnya warga desa setempat. ‘’ Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik, dan supaya pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif,’’ kata Bambang Surya Saputro kepala desa Karanggupito.
Menurutnya tidak semua desa mendapat kucuran dana yang sama dari Pemerintah pusat sehingga diharapkan warga mengerti dan tidak berfikir bahwa dana yang diberikan sama. Ada desa mendapatkan dana Rp 1 miliar, semua tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. Ada yang mendapatkan dana Rp 600 juta atau di bawah Rp 1 miliar. Namun berapapun jumlah dana yang didapatkan harus dipergunakan untuk pembangunan masyarakat. “Dana desa pada intinya dipergunakan untuk kesejahteraan warga, mendorong pembangunan infrastruktur, perekonomian warga dan jenis pemberdayaan lainnya. Transparansi mutlak dilakukan pemerintah desa agar kepercayaan publik dan warga akan penggunaan dana desa menguat,” ujarnya
Dia menambahkan dalam pembangunan desa ada yang dinamakan rencana kerja pembangunan desa (RKPD) yang diprogramkan selama satu tahun, dan ada rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMD) yang memakan waktu hingga enam tahun. “Saya ingin warga mengerti tentang program yang ada di desa sehingga tidak terjadi saling curiga. Karena kami sudah transparan,” tuturnya.
Tatap muka ini juga dilakukan agar para aparat pemerintah desa dan Sumber Daya Manusia (SDM) desa bisa mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sebaik mungkin sesuai prosedur yang ada. Sehingga pembangunan desa yang selama ini tersendat karena minimnya anggaran akan terlaksana tahun depan dengan tambahan dana yang dikucurkan pemerintah. “Di desa kami belum semua jalan mulus, masih ada yang perlu diperbaiki. Ini berpengaruh pada akses jalan terkait pengembangan koperasi, misalnya untuk akses pengiriman dan pemasukan barang,” tuturnya.
Bambang mengatakan bahwa para kades ditekankan penggunaan dana desa tidak bisa dilakukan dengan main-main, ini harus betul-betul dilakukan dengan hati-hati dan tanggung jawab yang tinggi. Sesuai peraturan menteri desa prioritas dana desa adalah untuk membangun infrastruktur desa, seperti jembatan, jalan air bersih dan lainnya. ‘’ Bila dana desa digunakan untuk kendaraan operasional Pemerintah Desa dianggap melanggar aturan. Maka dari itu sosialisasi itu sangat penting dilakukan dengan tatap muka,’’ jelasnya.
Bahwa untuk membangun infrastruktur dan pembangunan desa harus dilakukan melalui padat karya dan tidak diperbolehkan melibatkan orang ketiga atau diproyekkan. Artinya tenaga pekerjanya melibatkan warga wilayah desa tersebut, bahkan bila perlu bahan bakunya juga dibeli dari warga setempat. “ Bila warga banyak terlibat dalam pembangunan maka agar roda perekonomian masyarakat di wilayah desa tersebut bisa berkembang. Karena tujuan dari adanya dana desa ini untuk sejahteraan rakyat ,’’ pungkasnya.(Adv/Dnt)
Read More
Unknown

BUS MIRA VS JUPITER,2 TEWAS

Magetan,KP
Kecelakaanantara bus dengan sepeda motor di Magetan, 2 orang tewas.
Dua warga tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah Bus Mira dengan satu unit sepeda motor di Jalan Raya Magetan-Ngawi, tepatnya di Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa pagi.

Korban tewas dalam kejadian tersebut adalah salah satu penumpang bus, Nuh Prayitno, warga Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dan pengendara motor, Suparti, warga Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Salah satu korban kecelakaan yang juga penumpang bus mengatakan, saat kejadian ia tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia sempat mendengar suara keras dan tiba-tiba kondisi bus sudah terguling.

Anggota Kepolisian Resor Magetan yang berada di lokasi kejadian, mengatakan kejadian tersebut bermula saat bus Mira jurusan Surabaya-Yogya bernomor polisi S 7282 US yang dkemudikan oleh M. Ikwan warga Krian Sidoarjo, melaju kencang dari arah Madiun.
Tiba-tiba sepeda motor Jupiter bernomor polisi AE 5468 R yang berada didepannya langsung berbelok ke SPBU Karangrejo, tanpa menyalakan lampu sein.

Saat ini, kedua jenazah dan beberapa korban luka-luka telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sayidiman Magetan. Sopir bus juga telah diamankan di Mapolres Magetan untuk dimintai keterangan. Pihak kepolisian juga mendatangan satu unit mobil derek untuk mengevakuasi bangkai bus.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalan utama penghubung Madiun-Ngawi sempat terganggu selama beberapa jam.
DEE/BUD
Read More
Unknown

AWAS JAMU BOTOL BEKAS TERSEBAR DI MAGETAN

Magetan,KP
Meski telah menjadi larangan serta sanksi hukuman yang berat, para pembuat jamu tanpa izin masih berani memasarkan produk mereka ke sejumlah warung dan toko kelontong di pedesaan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Magetan. Pada umumnya jamu tersebut campuran dari bahan tradisional serta kimiawi obat.
Jamu illegal tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan minuman suplemen resmi dari pabrik pharmasi. Sejumlah minuman itu juga dikemas dalam sejumlah botol bekas dari minuman suplemen ternama, hanya merk tempelan di botol yang diccopot. Sedangkan gambar timbul yang ada di botol masih terlihat.
“Harga untuk satu botol sekitar Rp 15 ribu, nanti saya setor ke pemiliknya senilai Rp 11 ribu,”kata salah seorang pemilik warung makan rica-rica di wilayah Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.
Ketika si pemilik warung didesak dari mana dia memperoleh jamu tradisional dengan lebel “Tangkur Buaya” tersebut, pemilik warung seolah menghindar dan masuk ke dalam warung.
Ternyata jamu serupa telah tersebar luas di sejumlah warung, toko hingga para pedagang di pasar. Adapun jenis jamu illegal tanpa memperoleh izin BPOM tersebut seperti jamu untuk menambah vitalitas, jamu mengobati pegel lini hingga rematik, jamu anti masuk angin serta jamu untuk menurunkan tekanan darah. Kisaran harga untuk jamu tersebut yakni Rp 7.500 – Rp 15.000
DEE/BUD.
Read More
Unknown

Pengusaha Konveksi Ditipu Saudaranya

Nganjuk-KP
Nasib sial yang dialami oleh Vian  pengusaha konveksi asal Desa Blawe Kecamatan Purwoasri Kediri yang ditipu oleh Depri asal Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon dengan dalih jual beli mobil.
Kejadian berawal saat Vian pengusaha konveksi membeli mobil sirion warna putih dengan harga 55 juta kepada saudaranya Depri. Setelah 7 bulan berlangsung, depri meminjam mobil milik vian tetapi sampai saat ini mobil belum dikembalikan. Bahkan kabarnya telah dijual ke luar kota, Vian pun ingin mengambil kembali mobilnya dirumah Depri tetapi hanya janji saja yang diucapkan oleh Depri. Setelah itu Vian merundingkan masalah tersebut secara kekeluargaan tetapi tidak ada titik temu.
Karena tidak ada titik temu maka Vian sebagai pihak yang dirugikan mengambil mobil inova milik Depri sebagai jaminan. Tetapi Depri tidak terima bahwa mobil inovanya diambil oleh Vian maka Depri membuat laporan palsu untuk menakut-nakuti Vian agar mobil jaminan itu segera dikembalikan.
Pengusaha konveksi Vian mengatakan “malam ini akan ada anggota polsek dan keluarga depri akan datang kerumah dan juga menakut-nakuti saya untuk segera mengembalikan mobilnya, padahal mobil itu hanya untuk jaminan agar mobil saya yang dijual itu untuk dikembalikan,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan Koran Pagi dirumahnya (11/1).
Ditempat terpisah wartawan Koran pagi mengkonfirmasi langsung via handphone kepada Kapolsek Prambon bahwa tidak ada laporan masuk terkait masalah tersebut,” pungkasnya. Dan wartawan Koran Pagi akan terus memantau perkembangan yang terjadi.(Kus)
Read More

Sunday, January 10, 2016

Unknown

Rusunawa Kota Kediri Segera Difungsikan

Kediri
- Kabar Pagi
Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa bagi masyarakat perkotaan yang belum mempunyai rumah atau untuk tempat tinggal sementara. Bagi masyarakat Kota Kediri tidak perlu khawatir, pasalnya Rusunawa yang ada dikelurahan Dandangan Kecamatan Kota akan segera difungsikan ditahun 2016.
Rencananya Rusunawa tersebut akan difungsikan satu twin blok dulu yang terdiri sekitar 90 Kepala Keluarga, setelah pembentukan petugas yang bertanggung jawab sesuai dengan Peraturan Walikota Kediri nomor 43 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan Walikota Kediri nomor 20 tahun 2013 tentang uraian tugas, fungsi, dan tata kerja Dinas Pekerjan Umun serta Perwali nomor 44 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa.
Saat dikonfirmasi, Kamis (7/1) Kepala Dinas PU Kota Kediri Kasenan melalui Sekertaris Sunyata mengatakan Rusunawa akan segera difungsikan dan ditempati bagi masyarakat Kota Kediri yang belum mempunyai tempat tinggal. ‘Sesuai Perwali kita akan bentuk dulu petugas yang akan mengelola rusunawa, satu twin blok dulu yang terdiri dari 90 Kepala Keluarga serta sesuai dengan identitas yang akan menempati dan tidak boleh diwakilkan, “jelas Sunyata.
Lebih lanjut Sekertaris PU Sunyata yang didampingi oleh Kabid Cipta Karya Bagiyanto menambahkan pembentukan petugas akan kita percepat agar rusunawa segera bisa difungsikan. “Pebentukan petugas dirusunawa akan kita bentuk secepatnya ditahun 2016 ini, dengan mengacu Perawali dan aturannya, “ungkap Sunyata.
“ Sesuai Perwali untuk tata cara penyewaan, akan diberi waktu sewa 4 tahunan dan dapat diperpanjang lagi satu kali, serta diprioritaskan dulu bagi warga Kota Kediri sekitar rusunawa Kelurahan Dandangan, Balowerti dan sekitarnya, seperti perputaran obat nyamuk bakar melingkar dari dekat terus menjauh, “pungkas Kabid Cipta Karya Bagiyanto.(sis)
Read More
Unknown

GUDANG CURANMOR DI TEMUKAN DI MAGETAN


Magetan,KP
Polisi menemukan sebuah gudang di Magetan yang berisi puluhan mobil dan ratusan motor. Diduga ratusan kendaraan itu hasil kejahatan.

Penggeledahan gudang yang ada di Desa Palem Kecamatan Karangrejo, Magetan ini berawal adanya laporan penipuan dan penggelapan di Polres Ponorogo. Laporan itu adalah penggelapan 5 mobil rental milik Taufan Suprayitnanto yang disewa oleh OA.

"Setelah ditindaklanjuti dua mobil avanza ditemukan di wilayah Nganjuk dan 1 mobil di sebuah gudang bersama puluhan mobil dan ratusan sepeda motor itu," kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi pada detikcom, Minggu (10/1/2016).

Modus yang dilakukan OA yang kini dalam pencarian petugas yakni  meminjam lima unit mobil dengan kesepakatan sewa selama 10 hari ke depan, namun pada saat jatuh tempo mobil tidak dikembalikan serta jasa sewa belum dibayarkan.

"Ternyata mobil-mobil korban ada yang digadaikan ke JBS yang merupakan pemilik gudang," imbuh Harijadi.
JBS (42) kemudian ditetapkan sebagai tersangka penadah sesuai pasal 480 KUHP. "Kini sedang kami lakukan pendataan. Kami menyita 168 sepeda motor dan 56 mobil yang diduga hasil kejahatan," lanjutnya.

Harijadi juga menegaskan jika penggeledahan sebuah gudang dan ditemukan 56 mobil berbagai jenis serta 168 sepeda motor merupakan pengembangan kasus penipuan dan penggelapan. 

"Jadi, ratusan motor dan puluhan mobil itu belum tentu hasil kejahatan maupun hasil curanmor seperti kabar yang tersebar," pungkas Harijadi. 
Hasil pengembangan sementara kasus dugaan penggelapan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat di, Magetan, Jawa Timur, pelaku menggunakan bendera koperasi simpan pinjam di bawah yayasan salah satu kesatuan.

Saat gudang ratusan kendaraan itu terbongkar, seorang purnawiranan dari Surabaya mendatangi Polres Ponorogo untuk memberikan dukungan agar kasus itu diusut tuntas. "Kemarin ada kapten purnawirawan dari Surabaya menemui saya untuk meminta membongkar kasus ini," ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran, saat dihubungi detikcom, Minggu (10/1/2016).

Ditambahkan Hasran, dari keterangan mantan prajurit TNI AU yang dirahasiakan namanya tersebut, diketahui pelaku sudah lima kali mendapat peringatan dari Koperasi TNI AU dengan kasus yang sama pula.

"Sementara oknum tidak ada, murni masyarakat sipil. Jadi pelaku mendirikan cabang koperasi di daerah Magetan," kata Hasran.

Masih menurut Hasran, pihaknya memberi batas kepada pelaku sampai hari Senin (11/1/2016) untuk menunjukkan bukti kepemilikan ratusan kendaraan yang sudah diamankan jajarannya.
"Jika memang tidak terbukti, kita akan kerjasama dengan Satlantas untuk pengecekan nomor rangka dan nomor mesin. Saya akan share ke pihak jajaran, mungkin ada korban yang kehilangan itu," tambah Hasran.

"Tersangka menggunakan koperasi simpan pinjam dan menerima gadai apa saja, nah termasuk mobil juga," lanjutnya.

Kasus ini sendiri terbongkar setelah Satreskrim Polres Ponorogo menerima laporan penipuan dengan korban Taufan Supriyanto dengan terlapor OA yang masih dalam pengejaran.

Modus yang digunakan QA adalah dengan meminjam 5 mobil dengan kesepakatan masa sewa selama 10 hari. Namun hingga jatuh tempo yang telah disepakati, pelaku malah kabur. Kelima mobil yang dibawa kabur pelaku adalah Toyota Avanza AE 1211 SS, Toyota Avanza AE 382 SO, Toyota Avanza AG 1123 DN, Toyota New Avanza AE 1383 XX dan Toyota All New AE 489 SJ.

Setelah melakukan pengembangan, pada hari Senin (4/1/2016) lalu, Satreskrim Polres Ponorogo bekerjasama dengan Satreskrim Polres Magetan melakukan penggeledahan di gudang milik JBS (42) yang berlokasi di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan dan berhasil menemukan 56 unit roda dua dan 168 unit roda dua.
Setelah melakukan pengembangan, pada hari Senin (4/1/2016) lalu, Satreskrim Polres Ponorogo bekerjasama dengan Satreskrim Polres Magetan melakukan penggeledahan di gudang milik JBS (42) yang berlokasi di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan dan berhasil menemukan 56 unit roda dua dan 168 unit roda dua.

"Kita akan terus lakukan pengembangan. Yang satu sudah dipastikan hasil kejahatan, bisa saja penggadai kerjasama dengan pemilik koperasi," jelas Hasran.

Saat ini JBS, pemilik gudang, ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman penjara 4 tahun.DEE
Read More
Unknown

Kelas Inspirasi (KI) Butuh Sukarelawan

Magetan,KP
Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3 membutuhkan 78 sukarelawan pengajar dan 13 sukarelawan dokumenter untuk menyasar berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu(9/1).
Koordinator Sukarelawan Fasilitator Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3, Sri Dwi Ratnasari, mengatakan pendaftaran untuk menjadi sukarelawan pengajar dan dokumenter Kelas Inspirasi (KI) Magetan3 dibuka sejak Senin (7/12/2015) hingga Senin (11/1/2016). Dia menyampaikan Kelas Inspirasi merupakan gerakan sosial bidang pendidikan yang memberikan kesempatan kepada para profesional untuk mengajar selama sehari di sekolah dasar (SD).
Sedikitnya 81 orang sudah mengisi formulir pendaftaran sebagai sukarelawan pengajar dan 17 orang menjadi sukarelawan dokumenter Kelas Inspirasi Magetan 3 hingga. Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah, mengingat kami masih membuka pendaftaran sukarelawan pengajar maupun sukarelawan dokumenter selama tiga hari,” kata Ratna saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/1).
Ratna menyampaikan tidak semua pendaftar bakal diterima menjadi sukarelawan pengajar maupun dokumenter Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3. Menurut dia, sukarelawan fasilitator bakal menyeleksi kapasitas para calon sukarelawan pengajar dan dokumenter. Ratna menerangkan, dari 81 orang pendaftar hingga Jumat pagi, hanya 61 orang yang terseleksi atau layak menjadi sukarelawan pengajar. Sedangkan, dari 17 orang, hanya 13 yang pantas menjadi sukatelawan dokumenter.
“Kami membutuhkan enam sukarelawan pengajar dan satu sukarelawan dokumenter untuk mengisi setiap SD. Sedangkan Kelas Inspirasi 3 akan menyasar 13 SD di Kecamatan Poncol, jadi kami membutuhkan 78 sukarelawan pengajar. Namun, kalau memang jumlah sukarelawan pengajar tidak sampai target, kami akan mengatur pembagian siswa di SD,” papar Ratna.
Diberitakan Madiunpos.com sebelumnya, Ratna menyampaikan bagi masyarakat, khususnya para tenaga profesional di berbagai bidang yang berhasrat menjadi sukarelawan pengajar dalam kegiatan Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3 di berbagai sekolah di Kecamatan Poncol.Menurut dia, tugas sukarelawan pengajar menceritakan profesi masing-masing di hadapan para siswa.
Ratna menambahkan sukarelawan pengajar Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3 dipersilakan mengumbar motivasi kepada para siswa untuk bisa semakin giat belajar dan mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mudahnya, lanjut dia, sukarelawan pengajar akan memberikan referensi cita-cita atau profesi mulia yang belum dimengerti atau diketahui para siswa di SD. “Pelaksanaan Kelas Inspirasi Magetan 3 kali ini memilih zona inspirasi di Kecamatan poncol yang terletak di bagian selatan Kabupaten Magetan, berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah [Jateng], dengan medan jalan.
Disinggung soal sukarelawan dokumenter, Ratna menyampaikan, bertugas untuk mendokumentasikan atau mengabadikan momen pelaksanaan Kelas Inspirasi (KI) Megetan 3. Menurut dia, sukarelawan dokumenter Kelas Inspirasi (KI) Megetan 3 bakal turut serta terjun bersama sukarelawan pengajar di berbagai sekolah di Kecamatan Poncol. Hasil dokumentasi berupa foto dan video salah satunya digunakan sebagai sarana sosoalisasi di bidang pendidikan. Ratna mempersilakan bagi masyarakat, khsusunya pengemar fotografi maupun videografi yang berkenan menjadi sukarelawan dokumenter dalam kegiatan Kelas Inspirasi (KI) Magetan 3 di berbagai sekolah di Kecamatan Poncol, Magetan bisa mengisi biodata di web.
“Pelaksanaan Kelas Inspirasi Magetan 3 didukung sekitar 50 sukartelawan panitia atau fasilitator yang telah melaksanakan briefing di SDN Ringinagung Magetan,” jelas Ratna.
Read More
Unknown

Semangat Muda Membangun Desa

NGAWI- Pembangunan Desa Simo Kecamatan Kendal mengalami kemajuan yang luar biasa bukan hanya dari segi fisik saja namun juga pelayanan semakin baik. Ikhsan selaku Kepala Desa Simo, memang type pemimpin yang pekerja keras dan disiplin. Dengan dibantu oleh para perangkatnya yang rata-rata masih muda menjadikan setiap pekerjaan semakin mudah.‘’Dengan dibantu perangkat saya yang masih produktif, menjadikan setiap pekerjaan cepat selesai,’’ terangnya kepada koran ini.

Tak tanggung-tanggung, keberhasilan Iksan dalam membangun desa tidak hanya dari pembangunan infrastruktur saja. Namun pembangunan struktural dalam pemerintahan desa juga nampak lebih harmonis dan kompak.‘’Dalam melayani kebutuhan masyarakatnya,kami tanpa ada batasan waktu selama 24 jam non stop, bagi siapa pun tetap mendapatkan pelayanan yang sama,’’ Tegasnya.

Menurutnya peningkatan pembangunan jalan lingkungan yang ada di Desa Simo tidak lepas dari peran perangkat desa dan warga yang giat dalam mengawal pembangunan desa. Bahkan dulu kondisinya masih kurang layak untuk di lewati namun sekarang sudah sangat bagus dan hampir 95% sudah rabat. ‘’ Yang dulunya juga belum ada sekarang sudah terealisasi, saya berusaha keras mengupayakan tahun 2017 jalan sudah dirabat 100%,’’tuturnya.

Dia menambahkan bahwa melihat lingkungan desanya yang bertebing, maka pembangunan talut penahan tanah menjadi prioritasnya. Supaya tanah tetap kokoh dan mampu mencegah terjadinya tanah longsor pada musim penghujan seperti yang sudah  rampung digarapnya. ‘’Prioritasnya adalah semua dana yang tertera di APBdes dapat tersalurkan dengan maksimal dan bermanfaat untuk warga,’’ ungkapnya kembali.

Bahkan salah satu perangkatnya mengatakan bila sudah banyak perubahan pelayanan bahkan bisa di bilang semakin maju. Apalagi ditambah rasa kekeluargaan yang terlihat dalam setiap aktifitas resmi maupun non resmi. Hal ini menjadikan pembangunan daerah terasa mudah bila semua perangkat saling mengerti dan mendukung. ‘’ Pembangunan desa lancar karena didukung semua pihak, dengan teknologi yang maju memudahkan kita bekerja sebagai perangkat desa,’’ pungkasnya. (Adv/Dnt)
Read More
Unknown

Nenek Pemulung Kaya Kehilangan Nyawa

Ngawi-Diduga akibat pembunuhan,seorang nenek pemulung Jaini (65th) warga Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar ditemukan mati bersimbah darah dikepala oleh kerabatnya (9/1/2015).Kematian janda tersebut pertama kali diketahui oleh kerabatnya Parjiyem (50th) yang saat itu hendak bertandang ke tempat korban (Jaini,Red).
Kejadian berawal ketika saat itu pagi sekitar pukul 08.00 wib,Parjiyem yang hendak memberikan makanan kepada korban,lama memanggil korban yang pintu rumahnya waktu itu sudah terbuka sedikit tak kunjung ada jawaban.Parjiyem pulang dengan mengajak anaknya kembali kerumah korban dan langsung masuk begitu saja.
Kontan keduanya dibuat kaget ketika memasuki rumah tersebut melihat korban didepan pintu rumah tengah terlihat sudah tak bernyawa lagi dalam kondisi telungkup.Tak hanya itu saja Mereka berdua (Pariyem beserta anaknya,Red) dibuat kaget pula ketika mendapati kondisi rumah dengan semua barang dalam kondisi acak-acakan.
“Waktu itu saya berdua kaget ketika melihat mbah Jaini dalam kondisi telungkup namun setengah miring dilantai rumahnya dengan bersimbah darah dikepalanya.”Ujar Pariyem.Menurut keterangan beberapa tetangga korban menyebutkan meski nenek ini seorang pemulung,namun banyak para tetangga yang sering pinjam uang kepadanya.Bahkan tak jarang yang nilai pinjamannya hingga jutaan rupiah.
Kejadian tersebut selanjutnya diberitahukan kepada pamong desa setempat yang kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Kedunggalar.Bersama dengan Satreskrim Polres Ngawi yang terjun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) melakukan olah TKP,kemudian jasad korban dibawa ke RSUD dr Soeroto guna jalani autopsi.
Disisi lain Kastreskrim Polres Ngawi AKP Andy Purnomo membenarkan adanya kejadian tersebut.”Untuk sementara kita masih mendalami kematian ini dengan hasil otopsi,yang ditemukan pula luka robek dipelipis kiri sepanjang 5 centimeter.” Ujar Kasat.
Guna mendalami motif dari kematian nenek ini pula pihaknya mengamankan sejumlah barang yang tercecer didekat tubuh korban yang berupa uang 5ribuan 1lembar,10ribuan 1 lembar serta 50 ribuan 1 lembar. (Drg)
Read More
Unknown

NO GAPTEK,MALING KURAS ALFAMART PLAOSAN

Magetan-KP
Maling yang menguras Alfamart di Plaosan, Jalan Raya Sarangan, Kabupaten Magetan sangat melek tehnologi.
Mereka merusak semua Closed Circuit Television (CCTV) di swalayan itu, termasuk alarm. Pembobolan itu dilakukan Jumat (8/1/2016) sekitar pukul 02.00 dini hari.
Keterangan yang dihimpun Surya di TKP menyebutkan, kejadian itu baru diketahui Jumat (8/1/2015) sekitar 07.00 saat para karyawan hendak masuk toko. 
Para karyawan itu Tia Rahmawati, Diki Andika Kurnia, Dian Rahmawati dan Supar, semuanya warga Plaosam
Mereka melihat seluruh ruang dalam kondisi acak acakan.
"Sseluruh pintu juga rusak, termasuk CCTV dan peralatanya dirusak," ujar Tia Rahmawati kepada penyidik Satreskrim Polres Magetan saat olah TKP, Jumat (8/1/2016).
Para karyawan lantas melaporkan ke Polsek dan Koramil Plaosan.
"Pencuri itu hampir membawa semua barang barang di swalayan, terutama barang yang mudah dijual, seperti rokok, semua jenis susu, kosmetik dan uang. Kalau uang kemungkinan relatif jumlahnya tidak terlalu banyak," jelas Tia.
Meski barang-barang dikuras, estimasi kerugian akibat digondol maling itu tidak sampai Rp 100 juta karena sebagian barang belum sempat dibawa.
"Ini masih dihitung, apa saja barang yang hilang. Tapi memang yang banyak dibawa, rokok, semua jenis susu dan kosmetik juga uang,"katanya.
Hingga Jumat siang, Polisi yang melakukan olah TKP belum bisa dimintai konfirmasi.
DEE
Read More