Flicker Images

BREAKING NEWS

Memuat...

Monday, January 25, 2016

Unknown

Pemulangan eks Gafatar di Kabupaten Nganjuk


Nganjuk - Pemulangan eks Gafatar di Kabupaten Nganjuk sekitar Pukul 21.10 wib (24/1), yang berjumlah 12 orang dengan menggunakan sarana 2 mobil elf dengan Nomer Polisi  AG-7005-VP dan AG-368-VP , mereka semua dijemput oleh Drs. ABDUL HAKIM. MM dari Pemkab Nganjuk.
Ke 12 orang tersebut  5 diantaranya berinisial Sam(45), Tin(44), Mm(19), Md(15), Mr(8) yang berasal dari Desa Kedungmlaten, Rt.06 Rw. 02, Kecamatan Lengkong dan 3 diantaranya berinisial Pd(26), Mm(25), Ca(1) yang berasal dari Dusun Dukuh, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon sedangkan 4 diantaranya berinisial St(35), Ld(12), Def(4), Tr(2) yang berasal dari Nganjuk Kota.
Terkait hal ini, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Nganjuk Abdul Wakhid saat diwawancarai via telepon mengatakan “untuk sementara ini semua eks gafatar masih dikarantina di kantor BLK Nganjuk dengan penjagaan ketat dari Polisi maupun TNI dengan system rolling karena dikhawatirkan mereka lolos penjagaan atau  kabur, dan untuk langkah selanjutnya kami masih menunggu dari Bupati Nganjuk,” terangnya.

Di tempat terpisah Kepala Dinas BLK Nganjuk yang diwakili Kasi PP, Guntur mengatakan “ sementara ini ke 12 exs gafatar masih dikarantina di sini mas, karena mereka ini sebagian besar sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi di kampung halamanya dan untuk langkah selanjutnya masih menunggu dari Bupati Nganjuk,”ungkapnya. Bersambung.. (FR/Wah)
Read More
Unknown

JANGAN TAKUT UNTUK KERJA DI LUAR NEGERI..!!

“595 TKI Nganjuk Siap Diberangkatkan
Drs. Joko Wiyono, MM

Sebanyak 595 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Nganjuk  tahun 01 Januari 2015 s.d 31 Desember 2015  ini siap diberangkatkan di berbagai Negara. Namun sebelum itu, mereka akan diberikan bekal yang cukup.
Kabid Pengembangan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Nganjuk, Drs Joko Wiyono MM  mengatakan, proses penyeleksian TKI dan TKW mulai dilakukan beberapa waktu lalu dan berakhir hari ini.
Menurutnya, beberapa hari lalu ada sekitar 10 orang TKW yang didampingi pihak PJTKI mengikuti proses penyeleksian dan pemberian pengarahan serta pengisian biodata. “Rencananya mereka akan diberangkatkan ke Singapura dan Taiwan,” sebutnya.
Para TKI nanti akan mengurus dokumen termasuk paspor, kemudian akan masuk pelatihan terkait cara mengurus anak, memasak, mencuci atau yang berkaitan dengan urusan rumah tangga.
“Pelatihan nanti akan berlangsung selama tiga bulan. Selama dalam proses itu juga para TKI diberikan pengarahan berada di luar negeri dan diingatkan untuk tidak melarikan diri. Sebab, TKI maupun merupakan tanggungjawab PJTKI,” jelasnya.
Ia menambahkan,para pekerja kenapa memilih kerja di luar negri,mungkin disamping gaji juga kesejateraan terjamin, pihaknya tetap melakukan seleksi terhadap para TKI yang akan diberangkatkan. Itu dilakukan guna menghindari TKI yang menempuh jalur ilegal.
Kabupaten Nganjuk  siap menjadi pilot project penempatan TKI ke luar negeri karena dipandang SDM dan managemen ISO yang disyaratkan cukup memenuhi. Dengan banyaknya TKI Ilegal yang dideportasi khususnya dari Jawa Timur, maka diharapkan peran petugas lapangan CTKI Kab/Kota ditingkatkan dan sosialisasi prosedur mekanisme pemberangkatan CTKI ke masyarakat lebih dioptimalkan, karena pada tahun 2017 mendatang penempatan TKI diharapkan zero TKI Informal sehingga peran serta Dinas yang membidangi ketenaga Kerjaan perlu dioptimalkan juga. Sesuai dengan UU No. 39 Tahun 2014 tentang Mekanisme dan Prosedur Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri, maka yang perlu dipersiapkan bagi calon TKI adalah Siap Mental, Siap Dokumen, Siap Bahasa, Siap Keterampilan dan Siap Budaya sedangkan peralatan pelatihan untuk mendukung kompetensi/keterampilan bagi calon TKI yang akan bekerja ke Luar Negeri. Perlu komitmen penuh dan kerjasama secara optimal antara institusi yang membidangi ketenenagakerjaan mulai level pemerintah pusat, provinsi dan kab/kota untuk menghasilkan program-program yang saling bersinergi dan mengarah pada upaya penciptaan lapangan kerja serta yang berdampa k terhadap penuruan tingkat pengangguran. Upaya perluasan kesempatan kerja sangat memungkinkan untuk TKI Purna maupun keluarga TKI di Jawa Timur. Pola Kemitraan usaha akan lebih bagus untuk mengawali usaha baru. Saran dan masukan pola apa saja yang paling mengena pada program perluasan kesempatan kerja.
Ditempat terpisah Joko wiyono Kabid Pengembangan Ketenagaan kerjaan saat dikonfirmasi wartawan Koran Pagi ditempat kerjanya sangat apresiasif langkah yang diambil tenaga kerja yang mau mengais rezeqi dinegara orang,bahkan taraf hidup bisa menunjang kedepan masa depan para tenaga kerja,dia(joko wiyono,red)juga membuka keterbukaan baik lewat darat maupun via telp,agar bisa terjalin transparasi antara tenaga kerja dengan Dinas Sosnakertrans.”ancapnya. (kusno)
NB Contak Person Dinas Sosnakertrans Kab Nganjuk  0358 321785

Kabid Ketenagaan kerjaan Joko Wiyono  081259120099
Read More
Unknown

17 Orang Eks Anggota Gafatar Asal Kab Kediri

Akan Dijemput Untuk Pulang Kampung

Kediri. KP. Pemerintah Kabupaten Kediri akan menjemput anggota eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Surabaya, Senin (25/01). Sebanyak 17 anggota eks Gafatar dari Kabupaten Kediri akan dikembalikan ke masing-masing keluarga. Sekitar pukul 08.00 Wib Pemkab Kediri melakukan rapat koordinasi dengan Forkompimda dan Muspika. Rapat ini untuk mempersiapkan penjemputan eks Gafatar yang sekarang sudah berada di Surabaya.             Menurut M Haris Setiawan, Kabag Humas Pemkab Kediri mengatakan pihaknya akan menjemput langsung eks Gafatar ke Surabaya.“Ada Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPBD akan berangkat langsung ke Surabaya,” terangnya
            Masih menurut Haris, dari Kab Kediri ada sekitar 17 eks Gafatar yang berasal dari berbagai kecamatan, yaitu Kecamatan Kayen Kidul, Kecamatan Gurah, Kecamatan Mojo, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Pare dan dari Kecamatan Kandangan. “Semuanya rata-rata satu anggota keluarga, suami istri dan anak. Informasi yang kami dapat, mereka mendapat hasutan pergi ke Kalimantan dengan gaji satu hari seratus ribu,” jelasnya.
            Lebih lanjut Haris menambahkan Pemkab Kediri akan melakukan proses recovery terhadap eks Gafatar dengan bekerja sama dengan MUI, Kemenag, Kodim, dan Polres. Mereka akan membina eks Gafatar dan berharap lingkungan sekitar akan menerima dengan baik.“Kami sudah koordinasi, berbagai instansi seperti MUI, Kodim, bahkan Kemenag sudah mempersiapkan 30 orang untuk melakukan penyuluhan di masyarakat eks Gafatar ini,” tambahnya
            Sementara itu, informasi yang dihimpun Koran Pagi, anggota eks Gafatar ini akan tibake Kediri hari ini, Senin (25/01) sekitar pukul 17.00 Wib. Setelah berada di ruang Pemkab Kediri, eks Gafatar ini akan dibawa langsung oleh ketua Kecamatan untuk dibawa ke daerah masing-masing.(mis) 
Read More
Unknown

Pembobol Rumah Kosong Diringkus


Ngawi,KP-Sial benar apa yang dialami oleh SPJ (45th) warga Dusun Duwet Desa Jagir Kecamatan Sine yang harus berurusan dengan Polisi lantaran dirinya diduga kuat sebagai pelaku pembobolan rumah milik Sudarto warga Dusun Nglebak Desa Kedunggudel Kecamatan Widodaren yang terjadi pada pekan lalu namun dilaporkan kepihak Polisi baru tanggal 24/1 kemarin.Padahal menurut informasi yang diterima koran ini menyebutkan bahwa hasil kejahatan pelaku (SPJ,red) terbilang belum sempat ia nikmati.
 Kejadian berawal ketika itu selasa (19/1) korban (Sudarto,red) baru saja tiba dirumahnya lantaran baru saja sekeluarganya menghadiri salah satu acara.Ketika memasuki rumahnya korban mulai curiga dengan keadaan didalam rumah,dimana dirinya mendapati isi rumah dalam keadaan acak-acakan.Kecurigaaan timbul dengan keadaan semacam itu, ditakutkan barang-barang berharga milik korban yang ada di rumah bisa saja raib diambiloleh tamu yang tak diudang.
Setelah sekian lama mengecek keadaan kontan saja kekhawatiran korban pun benar terjadi,barang berharga yang berupa Gelang emas rantai model Milano Ice seberat 2900 gram telah raib tidak ada ditempat semula.Tak hanya itu saja satu pasang anting-anting model Lad seberat 1 gram ikut raib,dua barang berharga tersebut disimpan oleh korban di dalam almari di dalam kamarnya.
Sementara Kapolsek Widodaren AKP Juwahir menjelaskan kemungkinan pelaku ini telah mengenal seluk beluk yang ada di rumah korban.”Pelaku masuk melalui jendela belakang,namun sebelum itu kelihatannya pelaku juga telah berusaha masuk melalui pintu belakang.” Ucapnya.
Tambahnya bahwa setelah kejadian yang menimpa korban yang selanjutnya dilaporkan,maka pihaknya langsung melakukan olah TKP serta penyelidikan.Setelah beberapa saat selanjutnya beberapa anggotanya mengarah pelakunya adalah SPJ.Tak membuang waktu selanjutnya diadakan penangkapan terhadap pelaku  berikut mengamankan barang bukti.(Drg)
Read More
Unknown

Tangis Haru Sambut Kedatangan eks Gafatar


NGAWI – Satu keluarga eks anggota Gafatar yang terdiri dari suami,
istri dan anak asal Desa Tepas, Kecamatan Geneng,Kabupaten Ngawi, tiba
si kampung halaman sekitar pukul 02.30 WIB Senin (25/1).
Kedatangan mereka langsung di bawa ke rumah Alimin warga RT 2/4 Desa
Tepas. Mantan Gafatar itu adalah, Marwanto (35/suami) Desa Pagar
Jurang, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Rosmiatin (30/istri)
dan Alisa Azaria Rahmadani (2,5/anak).
“Sebelum dipulangkan, kami lakukan koordinasi dengan perangkat Rukun
Tetangga (RT), dusun hingga desa setempat, meminta warga dapat
menerima kedatangan mereka. Kami bersyukur, pendekatan dilakukan mampu
dipahami warga, dapat menerima dan siap memberikan bimbingan maupun
bantuan lain,” ujar Kepala Kesbangpol Rahmat Didik Purwanto.
Menurutnya setelah setelah menyelesaikan administrasi untuk pemulangan
warganya pada hari Minggu (24/1) pukul 21.40 WIB,
rombongan yang terdiri jajaran Pemkab Ngawi, Polres Ngawi dan Kodim
Ngawi, meninggalkan
Wisma Transito di Surabaya, dengan pengawalan dari Satlantas Polres
Ngawi. Menuju rumahRakimin orangtua Romiati untuk diserahkan pada
keluarganya. Menurut informasi keluarga eks gafatar ini sebelumnya
tinggal di Sidoarjo dengan menempati sebuah kontrakan dimana Romiati
mengikuti suaminya yang bekerja di salah satu SPBU. Sejalan waktu,
pasutri yang sudah dikarunia satu anak ini pulang kampung dan pamit
kepada keluarganya akan pindah merantau ke Kalimantan.
Turut hadir di rumah Rakimin jajaran Muspika Genteng, Kades Tepas
Samidi, Kepala Dusun, Ketua RT hingga tokoh masyarakat
setempat.Kedatangan mereka disambut haru keluarga besar Rakimin, serta
merasa lega karena kedatangan menantu, anak dan cucunya dalam keadaan
baik dan sehat.“Alhamdulillah, perasaan saya lega melihat mereka
datang dengan selamat, Selama ini saya cuma bisa berdoa sambil melihat
perkembangan dari televisi dan koran,”ungkapnya. (Dnt)
Read More
Unknown

Bhakti Sosial Leons Club


Magetan KP, Leons Club suatu perkumpulan yang terdiri dari orang orang dermawan yang bertujuan memberikan bantuan dan mengadakan kegiatan bhakti sosial kepada masyarakat  yang kurang mampu pada umumnya di beberapa daerah. Bantuan berupa sembako dan pakai bahkan juga pernah mengadakan kegiatan  Donor darah, pemeriksaan/pengobatan gratis kesehatan bagi masyarakat yang sakit diabet, sakit darah tinggi, darah rendah dan lain sebagainya penyakit kata Bambang sebagai Ketua.
Pada tanggal 24/01/2016 Leons Club mengadakan kegiatan bhakti sosial di Desa Taji Kecamatan Karas telah membagi bagikan sembako kepada masyarakat di desa tersebut, sebanyak 200 masyarakat menerima langsung sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, super mie,teh kopi, gula dan pakai untuk sehari hari. bhakti sosial ini juga dihadiri Bupati Magetan, muspika setempat  papar Burhanudin Kepala Desa Taji.  (Bud)
Read More
Unknown

JALUR JATENG-JATIM TERPUTUS OLEH LONGSOR


Magetan,KP
Jalur alternatif Magetan-Karanganyar yang menghubungkan Jatim dan Jateng di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tertutup batu longsor hingga mengganggu arus lalu lintas.

Kapolsek Plaosan AKP Ruwajianto mengatakan, batu yang longsor tersebut berukuran sangat besar sehingga menutup sebagian badan jalan. Kendaraan yang ada, terpaksa antre bergantian untuk melewati jalur tersebut.

"Untuk sementara, kami memberlakukan sistem buka dan tutup jalan guna mengurai kemacetan. Bahkan, kendaraan yang dari Jawa Tengah, kami alihkan ke jalur lama agar tidak macet selama proses evakausi material berlangsung," ujarnya, Senin(25/1)

Menurut dia, berdasarkan informasi dari sejumlah warga setempat, longsor terjadi pada Minggu dini hari. Longsor diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan sekitar sejak beberapa hari terakhir. Sehingga, tebing lereng Gunung Lawu yang berada di pinggir jalan raya tersebut labil dan longsor.

Petugas gabungan dari BPBD Magetan, Kodim Magetan, dan Polres Magetan akhirnya mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi batu berukuran besar tersebut.

Proses evakuasi batu berjalan lama karena ukuran batu yang sangat besar. Selain itu, kondisi jalan yang curam juga membuat alat berat susah untuk segera didatangkan ke lokasi.

Hingga Minggu sore, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas menargetkan malam hari ini jalan alternatif penghubung Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut sudah lancar dilalui.

Petugas meminta masyarakat yang melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati, karena tebing lereng Gunung Lawu di sepanjang jalur Sarangan, Magetan menuju Karanganyar sangat rawan longsor saat curah hujan sedang tinggi.

Data BPBD Magetan mencatat, wilayah Kecamatan Plaosan merupakan satu dari empat kecamatan yang rawan terjadi bencana longsor saat musim hujan berlangsung.

Wilayah lainnya yang rawan terjadi longsor adalah Kecamatan Parang, Poncol, Sidorejo, dan Panekan. Semua wilayah tersebut berada di lereng Gunung Lawu
DEE/BUD
Read More
Unknown

PROYEK TOL SOLO-KERTOSONO DI MAGETAN MEMAKAN KORBAN JIWA


Dua bocah kakak beradik tewas tenggelam di kubangan proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Sebelum kejadian, Alfiatin Nikmah (9 tahun) dan Gozhali Anwar (5) menghilang hingga malam hari. Setelah ditemukan, jenazah keduanya langsung dibawa ke rumah orangtuanya, Subiyanto dan Subiyatun di Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Sabtu (24/1) malam.
Orangtua korban syok melihat kedua anaknya ditemukan tewas dalam posisi mengambang di kubangan area proyek jalan tol yang tidak jauh dari lokasi rumahnya.
Tidak ada yang menduga jika Alfiatin dan Gozhali bermain sampai di area terlarang proyek jalan tol. Diduga keduanya hendak menyusul ayahnya yang sedang bekerja sebagai kuli di proyek tersebut.
Dari hasil identifikasi oleh polisi dan tim medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda penganiayaan dan dipastikan tewas karena tenggelam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Magetan AKP Rudi Darmawan mengatakan, kedua korban sempat dicari orang tuanya lantaran tidak kunjung pulang ke rumah. Bahkan Subiyanto ayah kedua anak tersebut juga sempat menanyakan ke orang pintar di dekat rumahnya.
"Sejak sore Pak Bian sudah mencari-cari anaknya. Akhirnya ketemu di kubangan yang ada di proyek pembangunan tol, itu saja setelah pak Bian tanya ke orang pintar," kata salah seorang tetangga korban, Suratno.
Kasus ini merupalan kali kedua terjadi. Sebelumnya seorang bocah asal Kabupaten Ngawi, juga tewas di kubangan pembangunan jalan tol Solo Kertosono. Korban tersebut tewas saat bermain bersama-sama temannya. Namun korban yang tidak bisa benerenang tewas tenggelam.
DEE
Read More
Unknown

Hutan Gunung Lawu Gundul, Ratusan Kera Turun Ke Pertanian Warga


Sebulan terakhir, ratusan Kera Gunung Lawu yang turun ke ladang penduduk di wilayah setempat untuk mencari makan dibantai.
Ini akibat hutan Gunung Lawu selain gundul, hutan lindung yang menjadi habitatnya berubah menjadi ladang pertanian.
"Tidak hanya Kera, Harimau Jawa, Kijang dan binatang hutan lain sebulan terakhir banyak yang turun gunung, tapi yang terbanyak Kera itu."
"Saya sebagai pecinta alam, tidak bisa menghentikan pembantaian binatang Gunung Lawu itu, kita tak punya nyali berhadapan dengan mereka," kata Saeful Gimbal Ketua Komunitas Pecinta Alam Bocah Deso Seneng Alam (Bonesal) yang ditemui di pusat pembenihan tanaman hutan dan perkemahan Thoksono, Dusun Punthuk Kopen, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan,senin(25/1).

Menurut pecinta alam yang akrab dipanggil Gimbal ini, pembataian binatang penghuni Hutan Lindung itu dilakukan oleh komunitas pemburu binatang bukan dari warga setempat, tapi operasional mereka dibiayai warga setempat dengan cara patungan.
"Warga menarik Rp 25 ribu untuk operasional pemburu yang datang hampir setiap minggu untuk membantai binatang Gunung Lawu yang ditemui. Pemburu itu berjumlah antara enam hingga delapan orang,"jelas Gimbal, yang sudah lebih 14 tahun ini menjaga hutan lindung wilayah Gunung Lawu yang gundul itu dengan melakukan penanaman kembali atau Reboisasi
Komunitas Bonesal yang awal awal didirikan hanya punya komunitas dari pemuda warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, tapi sekarang ini ratusan pemuda pemudi yang datang dari Jawa Tengah (Jateng), terutama warga sekitar Gunung Lawu, bergabung dengan satu tekad menghijaukan kembali hutan Gunung Lawu dan isinya (binatang khas Lawu)
"Mestinya yang bisa menghentikan para pemburu itu mereka yang punya kewenangan (Polisi dan Polhut). Kami tidak mungkin bisa menghentikan keberingasan mereka, dengan alasan membasmi hama penghanggu."
"Kalau hutan lestari, tidak akan mungkin binatang binatang Gunung Lawu turun gunung, ini karena habitatnya dirusak dan binatang itu kesulitan mendapat makanan,"ujar pria pecinta alam sekaligus sebagai juru kunci makam para ulama di Gunung Lawu itu terenyuh
Dikatakan Saeful Gimbal, turun gunungnya ratusan kera dan binatang hutan lindung Gunung Lawu lainya itu, setelah hutan lindung itu dikontrakan oleh pemangku kuasa hutan kepada masyarakat untuk dirubah dari hutan lindung menjadi lahan pertanian
"Sejak hutan di wilayah atas dikontrakan dan berubah fungsi dari hutan lindung menjadi lahan pertanian, sehingga banyak tanaman hutan ditebang, binatang binatang yang menghuni hutan Gunung Lawu sulit mencari makan dan turun ke ladang ladang penduduk."

"Celakanya oleh penduduk binatang binatang ini malah dibantai, kalau sampai perbuatan keji ini tidak di hentikan, kera dan seluruh binatang Gunung Lawu akan punah termasuk Harimau Jawa yang sudah dinyatakan punah itu, akan benar benar punah,"katanya.
Ia berharap, pihak terkait yang punya kewenangan menjaga kelestarian hutan dan aset negara bisa menghentikan pembantaian binatang hutang Gunung Lawu dan mencarikan solusi, agar semua ekosistem alam bisa tetap terjaga dan lestari.
"Akibat alih fungsi dari hutan menjadi lahan pertanian, tidak saja binatang hutan Gunung Lawu terancam punah, tapi juga punahnya sumber air."
Sekarang ini sumber air tinggal 13 mata air, sebelumnya yang bisa dihitung ada 22 mata air. Ke 13 sumber air yang tersisa itu debitnya sangat kecil, kalau pembabatan hutan tidak segera dihentikan, lima atau beberapa tahun lagi, sumber air akan berhenti mengeluarkan air,"tandas Saeful Gimbal.
DEE/BUD
Read More
Unknown

Usaha Simpan Pinjam Bodong


Perkara yang menyeret Jaksen Bernedictus Siruat, juragan pegadaian tidak hanya di ranah pidana. Usut punya usut, usaha simpan pinjam yang ditekuni sejak 2008 tersebut ternyata tak mengantongi ijin alias bodong. Warga Desa Pelem, Karangrejo yang memiliki tiga gudang itu sengaja mengabaikan perijinan untuk lolos dari biaya administrasi dan pajak.
Joko Trihono kepala Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu (KPPT) Magetan menjelaskan lokasi usaha yang digunakan pria Batak itu menyalahi aturan. Ketiga gudang yang tersebar di Desa Pelem dan Kelurahan Maospati hanya mengantongi ijin pemanfaatan penyimpanan sembako. Realitanya, justru diperuntukkan untuk kendaraan bermotor.
Dari catatannya, pada 2008 lalu, selain gudang sembako, Paijo hanya mendaftarkan usaha dalam bidang jual beli barang elektronik, sepeda motor dan mobil bekas. ‘’ Minimarket di Desa Pelem pun tak memiliki ijin,‘’ ungkapnya.
Terhadap pelanggaran yang dilakukan Paijo, pihaknya mengaku bila hal tersebut wewenang aparat terkait untuk memberikan sanksi. Misalnya gudang sembako yang disalah gunakan tersebut bisa menjadi tugas Satpol PP dan Dinas Pertanian setempat. ‘’Mengenai sanksi wewenang dinas terkait, kami hanya mengingatkan saat pembaharuan izin,‘’ jelasnya.
Senada diungkapkan Eko Didik Priyandono kepala Desa Pelem. Dia tak menampik usaha usaha yang didirikan Paijo bodong. Sejak didirikan sejak lima tahun lalu, perangkat desa tak mendapatkan konfirmasi mengenai perijinan bangunan dan usaha tersebut. Hingga sepekan sebelum kejadian ini berlangsung, Eko pun memintai surat perijinan terhadap usaha milik Paijo. Namun hingga kini ijin tersebut tak kunjung ditunjukkan. ‘’Rencananya saya tunggu sampai pertengahan Januari ini, tetapi keburu ditangkap,‘’ tambahnya.
Sementara, untuk kali kesekian anggota Satreskrim Polres Ponorogo turun gunung ke lokasi gudang penyimpanan milik Paijo. Petugas yang berjumlah puluhan melakukan identifikasi terhadap masing-masing kendaraan yang disimpan di gudang tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui asal usul kendaraan.
Saking banyaknya kendaraan yang tersimpan, hingga berita ini dihimpun petugas belum rampung melakukan idetifikasi. ‘’Kami lakukan identifikasi masing-masing kendaraan, mulai kesesuaian plat nomor, rangka mesin dan surat-surat. Untuk mengetahui perolehan kendaraan jika ada temuan hasil kejahatan lainnya, ‘’ ungkap AKP Hasran Kasat Reskrim Polres Ponorogo,Senin(25/1) 
Read More
Unknown

KASUS SELEKSI SEKDES NGUNTORONADI MASUK GUGATAN KE PTUN


Magetan,KP
Dugaan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi Sekretaris Desa di Desa Nguntoronadi akhirnya masuk gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Surabaya.
Sebelumnya dugaan kecurangan sudah dilaporkan ke kejaksaan Negeri Magetan.
Para peserta seleksi yang merasa dirugikan sebelumnya juga melakukan demo saat pelantikan calon sekdes terpilih tersebut pada 22 Desember 2015 lalu.
Andik Setiaawan salah satu calon yang merasa dirugikan saat di PTUN Surabaya mengatakan karena Kepala desa Nguntoronadi sudah menerbitkan Surat Keputusan NO 10 tahun 2015 tertanggal 21 Desember 2015 tentang pengangkatan Putri Chintia Dewi sebagai sekdes."Kami tempuh lewat PTUN sebagai jalan terakhir," ujar Andik Setiyawan.
Berdasarkan register perkara di PTUN Surabya surat bernomor 11/G/2016/PTUN.SBY,gugatan atas SK Kepala Desa Nguntoronadi tentang pengangkatan Putri Chintia Dewi resmi masuk ke PTUN Surabaya dan menunggu untuk disidangkan.Dalam gugatannya Penggugat menuntut agar PTUN menyatakan batal dan tidak sah atas SK Kepala Desa Nguntoronadi tersebut dan mewajibkan tergugat untuk mencabut SK NO 10/2015.
Sementara itu Kabag Pemerintahan Pemkab Magetan Eko Muryanto mengatakan dengan adanya gugatan ke PTUN oleh masyarakat terkait seleksi Sekdes Desa Nguntoronadi,pihaknya akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk membahas gugatan tersebut." Kita akan koordinasi dengan bagian hukum untuk bahas gugatan ini," ujar Eko Muryanto.Apalagi kasus ini juga masuk ke Kejaksaan Negeri Magetan.Kita tetap hargai proses hukum baik di PTUN maupun Kejaksaan.(JOS)
Read More

Sunday, January 24, 2016

Unknown

Kades Kudu Sosilisasikan Permohonan Izin Latihan



Polsek Kertosono Mengapresiasi Latihan Perguruan Silat Pagar Nusa..!!





Nganjuk-KP
Pembinaan Kenakalan remaja yang disosialisakan dampak Kerusuhan akhir-akhir ini diapresiasi oleh Kepala Desa Kudu Supiyanto beserta Perangkat desa dan  Babinkamtibmas Desa Kudu Bripka Hendi memberikan penyuluhan kenakalan Remaja di pelataran Mushola Arrahman di Desa Kudu gang raung Kecamatan KertosonoKabupaten Nganjuk Sabtu 21.00WIB(23/1).
                         
Dalam memeberikan arahan tersebut,Babinkabtibmas Bripka Hendi dihadapan para Pelatih juga siswa Perguruan Pagar Nusa menyampaikan masalah dalam aksi kerusuhan yang dilakukan PSHT, walaupun izin pemberitahuan yang di sampaikan kepada Kades Kudu waktu acara sosialisasi yang diadakan usai latihan anggota Pagar Nusa. Anak-anak ini diberikan pemahaman untuk nantinya agar membawa nama harum Desa kudu dan bebas dari kerusuhan yang ahir-ahir ini banyak disorot tentang kenakalan remaja,"pungkasnya

Para pelatih juga siswa  juga himbau agar tidak terprovokasi ataupun isu sembarangan juga berhati-hati terhadap Oknum yang mengatasnamakan Perguruan yang dinaungi, Karena banyak pergaulan yang tidak baik ini dimulai dari konvoi juga pakai atribut salah satu Perguruan tersebut dan dimanfaatkan yang bisa mengadu domba ,ditempat-tempat yang kurang baik.

Selain itu, diakhir acara seluruhnya siswa yang tergabung di Perguruan Pagar Nusa pun diminta untuk menjauhi apa-apa yang dilarang Agama maupun pemerintah seperti yang terjadi di Negeri ini ikut aliran ISIS,GAFATAR juga Organisasi lainya dan pergaulan bebas.
Ditempat tepisah ketua BPD Juli menambahkan “kami juga mendukung adanya kegiatan ini,namun perlu adanya penertipan adminitrasi guna kelengkapan yang diadakan latihan Pagar Nusa di Desa kudu,"ancapnya

Hal senada disampaikan Kades Supianto “kami tetap akan mendukung kegiatan ini dalam waktu 3 bulan kedepan Pemerintah Desa akan mewadahi melalui PERDES ataupun PERKADES tergantung musyawarah nantinya, disela-sela memberikan sosialisasi tentang permohonan izin latihan,"tandasnya..(kusno)
Read More