Flicker Images

BREAKING NEWS

Memuat...

Thursday, January 14, 2016

Unknown

KORAMIL Ngetos Beserta Jajaranya Membantu Membuat Jalan Tembus Desa Ngetos ke Desa Kepel (TMMD)



Nganjuk  - KP
TNI melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) berhasil membuat ruas jalan tembus  yang menghubungkan Desa Ngetos ke Desa Kepel.
Pantauan wartawan Koran Pagi, Kamis (14/01), melaporkan pembukaan jalan tembus dua Desa wilayah pedalaman kaki Gunung Wilis itu telah mencapai 95%,Kecamatan Sendang. “Pembukaan akses jalan antara kedua desa tersebut  diharapkan bisa membantu kelancaran roda ekonomi masyarakat sekitar,” kata Danramil Ngetos Kapten Syamsul.
Pembukaan akses jalan, atau lebih tepat pelebaran, tidak hanya dilakukan secara manual oleh puluhan  anggota TNI bersama masyarakat sekitar. untuk membantu proses pelebaran sekaligus menyisir tebing yang ada di tepi jalan, sehingga ruas jalan layak dilalui kendaraan besar roda empat maupun roda enam.
“Pemilihan lokasi TMMD ini sudah tepat karena berada persis di peta jalur selingkar Wilis. Kami berencana menindaklanjuti pembangunan jalan yang sudah dibuka bapak-bapak TNI bersama warga ini pada tahun anggaran 2016 mendatang.

Menurut
Ndanramil Kapten Syamsoel waktu dikonfirmasi ditempat kerjanya pilihan kebijakan itu diambil dengan pertimbangan untuk mendorong kemajuan sosial-ekonomi masyarakat pinggiran, selain juga orientasi pembangunan infrastruktur kawasan teritorial di daerah-daerah sulit dijangkau atau terpencil. “Kami menggelar program TMMD ini  kebetulan fokusnya di infrastruktur jalan,” paparnya.
Pembangunan jalan tembus Desa Ngetos ke Desa Kepel  itu mendapat apresiasi positif dari warga sekitar. Kendati sebelumnya telah ada jalan setapak, pelebaran jalan menuju wilayah Kabupaten Nganjuk  membuat akses menuju desa-desa tetangga daerah itu semakin lancar, terutama dalam meningkatkan arus aneka hasil bumi maupun berbagai kebutuhan lainnya.
Tanggapan dari Tokoh masyarakat,Toko Adat juga Warga sekitar sangat senang dengan dengan kegiatan tersebut karena sangat membantu warga masyarakat dalam perhubungan maupun kelancaran ekonomi warga Desa Kepel juga warga Desa Ngetos, demikian pula sebaliknya,” ujar Sutris, warga Desa Ngetos  mengomentari jalur jalan baru di dalam skema Seputar Wilis itu.(kusno)

Read More
Unknown

Diduga Terjerat Utang, Suhadak Pilih Gantung Diri



Nganjuk-KP
Penyelesaian persoalan melalui jalan singkat dengan mengakhiri hidup rupanya masih dilakukan oleh sebagian masyarakat. Satu diantaranya, Suhadak (38) warga Dusun Kedung Pingit Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso yang kesehariannya bekerja sebagai tukang batu itu nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya, Kamis (14/1), sekitar pukul 09.30 WIB.
Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi masalah jual beli kambing dan rencananya uang hasil penjualan kambing tersebut untuk menutup angsuran motor namun sampai jatuh tempo uang hasil penjualan kambingpun tak kunjung dibayarkan oleh pembelinya sehingga ia gelap mata menghabisi sendiri sisa hidupnya, padahal dia dikenal baik dan agak sedikit pendiam oleh warga sekitar” terang salah seorang tetangganya.
Saat dilakukan visum, Suhadak dinyatakan murni gantung diri. Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sambikerep  untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Di tempat terpisah Kepala Desa Sambikerep Agus mengatakan “semoga kejadian ini menjadi yang terakhir di Desa kita, jikalau warga punya sesuatu masalah jangan sungkan untuk diselesaikan bersama. Saya selaku kepala desa siap untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.(Wah)
Read More

Wednesday, January 13, 2016

Unknown

PESONA WISATA ALAM DESA BLONGKO


EXSOTIK WISATA ALAM KENTAL AKAN SITUS RELIGI..!!!

NGANJUK-KP



Desa Blongko  Kecamatan Ngetos telah menyimpan banyak obyek wisata alam maupun realigi, diantara lain Petilasan Argojali, Air Terjun Pring Jowo, dan Air Terjun Sumber Manik.
Wisata alam ini memang jarang dikenal oleh masyarakat, tempatnya pun masih alami dan perawan. Sehingga kecantikan dan kealamian wisata ini masih terjaga. Saat wartawan Koran Pagi meninjau ke lokasi, memang jalan yang menuju Air Terjun Pring Jowo dan Air Terjun Sumber Manik sangatlah sulit. Sepanjang perjalanan banyak jalan yang rusak dan masih dimakadam serta untuk akses masuk kedalam air terjun pun masih sangat sulit  dan licin serta banyak tebing-tebing curam sehingga kita harus hati-hati. Namun saat sampai dilokasi segala rasa capek pun hilang saat melihat keindahan air terjun, semua perjuangan berat untuk sampai dilokasi terbayar lunas oleh kecantikan alam ini. Saat turunpun tak ketinggalan kita menuju lokasi Pertapaan Argojali, tempatnya pun sangat damai dan masih menyimpan aura mistis yang kental serta merupakan tempat yang bersejarah di Kabupaten Nganjuk.
Keindahan alam yang terletak di Desa Blongko memang tak kalah cantik dengan wisata – wisata lainnya. Desa wisata ini merupakan desa yang kaya dengan peninggalan sejarah dan budaya, dengan berwisata di Desa Blongko andapun akan merasakan kedamaian dengan nuansa alam yang asri serta memberikan admosfir wisata yang unik dan berbeda. Namun alangkah baiknya akses yang menuju ke obyek wisata tersebut untuk diperbaiki.
Ditempat terpisah wartawan Koran Pagi mengkonfirmasi Lurah Desa Blongko Gunawan yang sedang melakukan aktifitasnya di kantor desa “mengharapkan situs-situs yang ada didesa Blongko atau obyek wisata agar bisa dikenal wisatawan domestik maupun luar negeri, secara tidak langsung desa blongko merupakan salah satu desa wisata di kemudian hari,” pungkasnya.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

Kades Dihimbau Transparan Soal Dana Desa


Ngawi-Bapemas Ngawi, sodik, mengingatkan para kepala desa untuk lebih trasparan terkait dengan pengelolaan dana desa.  Dengan menyatakan rincian penggunaan anggaran dari alokasi dana desa yang bersumber dari APBN maupun sumber lainnya. Sehingga semua itu wajib diketahui oleh publik untuk menghindari kecurigaan adanya penyalahgunaan dana di desa bersangkutan. ‘’ Kami ingatkan selalu menghimbau kepada para kepala desa dalam pengelolaan dana dari pemerintah lebih transparan agar publik lebih tahu,’’ ujarnya kepada Koran ini, Rabu(13/1).

Sodik mengatakan pengelolaan dana pemerintah desa dilakukan lebih transparan dan ditempelkan di dinding pengumuman mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penyelesain akhir. Sehingga masyarakat dapat mengawal dana desa  yang telah turun dengan mudah bahkan mampu bersinergi dengan pemerintah desa dalam pembangunan desa. ‘’ Sesuai aturan aparatur desa harus mendokumentasikan semua keuangan desa mulai dari pendapatan sampai pengeluaran kemudian dapat dipertanggungjawabkan,’’ katanya.

Selain itu, tidak hanya bagaimana mengelola perangkat desa, tetapi juga dilakukan secara musyawarah bersama rakyat mulai dari perencanaan, pelaksanaa, hingga selesai pembangunan. Seluruh penggunaan anggaran yang sudah didokumentasikan harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat desanya. ‘’ Harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat lewat BPD (Badan Pemusyawaratan Desa), lalu diinformasikan dengan ditempelkan di kantor desa,’’ jelasnya.

Dia menambahkan Dana desa tahun ini naik 2 kali lipat, naum dengan tambahan dari bagi hasil pajak dan pendapatan desa sendiri. Membuat nilai anggaran setiap desa tidak sama karena pendapatan setiap desa juga berbeda. Namun berapapun jumlah dana yang didapatkan harus dipergunakan untuk pembangunan masyarakat. ‘’ kuciran dana naik, namun untuk anggaran setiap desa berbeda, tergantung pendapatan wilayah desa itu sendiri,’’ tuturnya.

Harapannya setiap alokasi dana desa diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fisik seperti jalan, jembatan dan irigasi. Terkait tentang pembangunan desa harus dilakukan secara swakelola yaitu melibatkan masyarakat dan menggunakan sumber alam yang ada di desa setempat. “Pada saat pembangunan fisik harus swakelola, padat karya, melibatkan masyarakat setempat,” pungkasnya. (Dnt)
Read More
Unknown

Dewan Akan Mendapat Fasilitas Mewah


Ngawi-Luar biasa,Gedung DPRD Ngawi yang selama ini menjadi tempat para wakil rakyat serta contoh untuk kehidupan yang bersih dari korupsi justru kembali di berikan fasilitas yang sangat megah.Padahal kesehjahteraan warga Ngawi sendiri belum tentu  semuanya  merasakan kemakmuran.Kasak kusuk kantor yang akan dibangun empat lantai kini pun terjawab sudah,melalui Supriyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya (DPU BMCK) membenarkan adanya hal tersebut.
Dia mengatakan bahwa untuk proyek multiyears tersebut sesuai Rencana Anggaran Kerja (RAK)gedung tersebut akan dianggarkan kisaran 12 M lebih yang bersumberkan APBD.Sungguh nilai yang funtastic bila melihat nilai tersebut,namun jelasnya lagi meski demikian tahapan proyek tersebut masih dalam proses verifikasi internal Dinas PU BMCK sebelum muncul dokumen yang bakal diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“sekarang masih verifikasi terkait hal itu,mudah-mudahan minggu ini kita sudah bisa masukkan dokumennya ke ULP.” Jelas Supriyadi   
Untuk tahap pertama masih tambahnya,akan meliputi struktur bangunan mulai dari slup,cor beton tiang hingga atap akan dikerjakan pada tahun ini (2016,red)pula.Sedangkan tahap kedua akan mengarah ke arsitektur utamanya yakni meliputi plasteran dinding,kusen dan lantai.
“Namun untuk rampungnya tahap kedua masih menyesuaikan anggaran APBD,tidak menutup kemungkinan akan finishing pada tahap ketiga.”Ujarnya lagi.
Pungkasnya untuk konsentrasi memang diarahkan pada tahap pertama lebih dulu,yang jelas akan direalisasikan setelah adanya lelang terbuka di ULP.Sementara memang kantor Dewan ini akan terbangun sesuai masterpland nya serta sesuai rencana pula akan terbagi atas Ground atau lantai dasar,lantai satu,lantai dua serta lantai tiga. (Drg)
Read More
Unknown

Dewan Akan Mendapat Fasilitas Mewah


Ngawi-Luar biasa,Gedung DPRD Ngawi yang selama ini menjadi tempat para wakil rakyat serta contoh untuk kehidupan yang bersih dari korupsi justru kembali di berikan fasilitas yang sangat megah.Padahal kesehjahteraan warga Ngawi sendiri belum tentu  semuanya  merasakan kemakmuran.Kasak kusuk kantor yang akan dibangun empat lantai kini pun terjawab sudah,melalui Supriyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya (DPU BMCK) membenarkan adanya hal tersebut.
Dia mengatakan bahwa untuk proyek multiyears tersebut sesuai Rencana Anggaran Kerja (RAK)gedung tersebut akan dianggarkan kisaran 12 M lebih yang bersumberkan APBD.Sungguh nilai yang funtastic bila melihat nilai tersebut,namun jelasnya lagi meski demikian tahapan proyek tersebut masih dalam proses verifikasi internal Dinas PU BMCK sebelum muncul dokumen yang bakal diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“sekarang masih verifikasi terkait hal itu,mudah-mudahan minggu ini kita sudah bisa masukkan dokumennya ke ULP.” Jelas Supriyadi   
Untuk tahap pertama masih tambahnya,akan meliputi struktur bangunan mulai dari slup,cor beton tiang hingga atap akan dikerjakan pada tahun ini (2016,red)pula.Sedangkan tahap kedua akan mengarah ke arsitektur utamanya yakni meliputi plasteran dinding,kusen dan lantai.
“Namun untuk rampungnya tahap kedua masih menyesuaikan anggaran APBD,tidak menutup kemungkinan akan finishing pada tahap ketiga.”Ujarnya lagi.
Pungkasnya untuk konsentrasi memang diarahkan pada tahap pertama lebih dulu,yang jelas akan direalisasikan setelah adanya lelang terbuka di ULP.Sementara memang kantor Dewan ini akan terbangun sesuai masterpland nya serta sesuai rencana pula akan terbagi atas Ground atau lantai dasar,lantai satu,lantai dua serta lantai tiga. (Drg)
Read More
Unknown

Tingkatkan pelayanan, RSUD Nganjuk tambah alat medis baru dan dokter Spesialis.

Nganjuk. KP

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Nganjuk membangun sarana fisik dengan penambahan gedung dan alat kesehatan yang ada. Selain itu juga dilakukan penambahan dokter spesialis, seperti Spesialis jantung, rehabilitasi medik dan patologi anatomi yang di rasa masih kurang.
Direktur RSUD Nganjuk, Dr. H. Achmad Noeroel Cholis mengatakan, semakin bertumbuhnya jumlah penduduk semakin banyak pula masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima. “Penambahan dokter spesialis ini sudah menjadi keharusan rumah sakit daerah Kabupaten Nganjuk untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya saat ditemui koran pagi seusai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Nganjuk.
Diungkapkannya, bahwa selama ini memang untuk dokter spesialis di RSUD Nganjuk masih kekurangan, sehingga  pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. Untuk itu, guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Nganjuk, maka dilakukan penambahan tiga dokter spesialis seperti Spesialis jantung, rehabilitasi medik dan patologi anatomi.
Selain itu, masih kata dr. Nut Cholis bahwa Rsud Nganjuk juga menambah peralatan medis baru yakni  'Bone Mineral Densitometry' (BMD) yang berguna untuk membantu mendiagnosa osteoporosis (tulang keropos) dan menentukan bentuk terapi yang paling tepat.
," alat itu berfungsi mendeteksi kemungkinan terjadinya patah tulang di kemudian hari dan memonitor efek terapi obat-obatan yang beresiko menyebabkan osteoporosis."Katanya
Lanjut, "Sama seperti peralatan sebelumnya, pendeteksian alat ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama, tidak menimbulkan radiasi yang terlalu besar dan sangat akurat," celotehnya.
Dengan adanya peralatan medis baru  dan penambahan dokter spesialis tersebut maka pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat dilakukan dengan lebih optimal.
"Oleh karena itu, kami menginformaskan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan dengan peralatan tersebut tidak perlu jauh-jauh ke RS di luar Nganjuk, karena saat ini kami telah memilikinya." Terangnya.
RSUD Nganjuk akan terus mengintensifkan pelayanan kepada pasien, sehingga paling tindak mendekati pelayanan prima.
“Harapan kami dengan mendatangkan dokter spesialis agar semua pasien tercover dalam mendapat pelayanan kesehatan. Kami juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran,” tandasnya.(adv,yan,kmr)
Read More
Unknown

Bejat !...Oknum PNS TiduriIstriPenjualAkik

Kediri, KP.Kelakukanbejat yang dilakukanolehoknum PNS DinasKesehatan Kota Kediri, Mohammad Sholikin (41),wargaJalanBaiturMunawarDesaRembangKempuhNgadiluwihKabupaten Kediri, betul-betulsungguhketerlaluan. Yaknimenyetubuhiistrisahsalahseorangpenjualakik.Akhirnyaterpaksaharusberurusandenganaparatkepolisian.
                Informasi yang dihimpundarikepolisianmenyebutkan , peristiwaperzinahaninibermulasaatRipangi (45) suamidari Sri Utami, wargaDusunTlogowonoDesaNglumbangKecamatanGurahKabupaten Kediri , sedangbekerjamenjualakik di Blitar. SaatituRipangi yang masihbekerjamerasaperasaannyatidakenakdanmemilihpulang.Ketikasesampainyapulang di rumah, iajustrudikagetkandengansepeda motor Yamaha Vixion plat merahdenganNopol AG 2881 AP.
                Terkejutmelihatsepeda motor yang berplatmerahtersebut, Ripangilangsungmasukkedalamrumah. Ripangi yang saatitumencaritamunyaternyatatidakberada di ruangtamu.KecurigaanRipangimunculsaatmelihatpintukamarnyaterbuka.Saatdicek, sang suamimelihatistrinyasedangberhubunganintimdandalamkeadaantelanjangbulat. Dan Sri Utami yang tepergokselingkuhlangsungkagetdanberlarikekamarmandidalamkeadaantelanjang.Sementaraitu, M Sholikin (Oknum PNS) dimintamemakaipakaiannyadan di bawakeMapolsekGurah.

KapolsekGurah AKP Totok BH melaluiKasiHumasAiptuJokoWidodomengatakanberuntungdariperistiwaperzinahanituwargatidakberbuatanarkis. “Beruntungkorban (Ripangi,red) danwargasekitartidakanarkisdanlangsungmembawapelakukeMapolsek. Sementaradaripemeriksaanpelaku yang tepergokituberalasansedangnumpangbuang air kecil. “Pelakuiniberasalannumpangbuangarikecil.Dan Keduapelakuyaituistrikorbandanoknum PNS terbuktiterkenapasal 284 KUHP tentangperzinaan, dankeduapelakuterkenawajiblapor.Namun proses hukumtetapberlanjut. Saatinisepeda motor milik PNS kami amankan,” ungkapKasiHumas,AiptuJokoWidodo.(mis)
Read More
Unknown

600 JUTA APBD MAGETAN AKAN DI GELONTORKAN UNTUK PENGEMBANGAN TELAGA WAHYU

Magetan,KP
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,akan menggelontor dana sebesar Rp600 juta pada tahun 2016 untuk melakukan perbaikan fasilitas di objek wisata Telaga Wahyu yang berada di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Magetan.
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) Magetan, Siran, mengatakan, dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Magetan tahun anggaran 2016.
"Dana itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan "jogging track" dan "pavingisasi" jalan di pinggir telaga," ujar Siran,Rabu(13/1)
Menurut dia, sebagian lahan yang ada, telah dikerjakan pada tahun 2015. Rencananya, tahun ini akan dilanjutkan kembali di semua tepian atau sekeliling telaga.
lebih lanjut beliau mengatakan"Pembangunan jogging track dan pavingisasi tersebut untuk mempercantik tampilan objek wisata Telaga Wahyu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata di lokasi setempat," kata Siran.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan penambahan sejumlah fasilitas umum, agar Telaga Wahyu semakin nyaman dan layak untuk dikunjungi.
Pihaknya mengakui hingga saat ini pengelolaan Telaga Wahyu masih belum maksimal. Lokasi itu masih menjadi tempat pemacingan umum.
Selain itu, juga terdapat beberapa penduduk sekitar yang telah memanfaatkan lokasi Telaga Wahyu untuk mendapatkan penghasilan dengan membuka persewaan perahu berbentuk bebek yang dikayuh atau lazim disebut becak air.
"Konsep yang akan ditawarkan untuk Telaga Wahyu ke depan adalah tempat wisata air yang meninitikberatkan pada kegiatan memancing. Hal ini yang membedakan Telaga Wahyu dengan Telaga Sarangan, meski kedua lokasi ini sama-sama berada di lereng Gunung lawu," terang Siran manambahkan.
Pihaknya berharap, dengan pembangunan sejumlah fasilitas umum tersebut, Telaga Wahyu mampu menjadi tempat destinasi wisata setelah Telaga Sarangan. Sebab, jika dikelola dengan baik, objek tersebut dapat menyejahterakan penduduk sekitar dan mendukung pendapatan asli daerah (PAD) di bidang pariwisata.
DEE
Read More
Unknown

KOMISI B DPRD MAGETAN SOROTI HUTAN KOTA MAGETAN

MAGETAN - KP
Komisi B DPRD Magetan sorotri banyaknya tanaman hutan kota yang mati dan kurang terawat. setelah emndapatkan sorotan,Dinas Kehutanan dan Perkebunan Magetan, akhirnya memperbaiki keberadaan hutan kota di beberapa titik .beberapa tanaman banyak mati dan kurang perawatan .
wajah hutan kota yang ada di Lapangan Jelok Kelurahan Bulukerto Kecamtan Magetan, tidak seperti hutan kota yang di harapkan. Pasalnya banyak tanaman yang mati dan kering,
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Magetan, Suyadi, yang meninjau bersama rombongan Komisi B DPRD Magetan, menjelaskan, banyaknya beberapa tanaman yang mati, di sebabkan kesulitan mendapat air.
Untuk itu pihaknya akan mengusahakan memasang saluran air dari PDAM, dan membangun saluran drainase di tengah dan di pinggir lahan, sehingga tidak akan lagi kekurangan air saat musim kemarau.
Soal beberapa tanaman yang mati, atau perlu diganti, suyadi menjelaskan, itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga, sebab sesuai kontrak kerjasama yang disepakati dengan Dishutbun, tanaman yang rusak atau mati akan dig anti ,meski kerusakan hanya 5 % dari total tanaman .
Menurut Suyadi, lahan hutan kota yang berada di desa Jelok, merupkan bekas pembuangan sampah, pihaknya akan terus melakukanperawatan , sehingga tanaman hutan kotabisa hijau ranau.
Read More
Unknown

KOMISI B DPRD MAGETAN SOROTI HUTAN KOTA MAGETAN

Komisi B DPRD Magetan sorotri banyaknya tanaman hutan kota yang mati dan kurang terawat. setelah emndapatkan sorotan,Dinas Kehutanan dan Perkebunan Magetan, akhirnya memperbaiki keberadaan hutan kota di beberapa titik .beberapa tanaman banyak mati dan kurang perawatan .
wajah hutan kota yang ada di Lapangan Jelok Kelurahan Bulukerto Kecamtan Magetan, tidak seperti hutan kota yang di harapkan. Pasalnya banyak tanaman yang mati dan kering,
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Magetan, Suyadi, yang meninjau bersama rombongan Komisi B DPRD Magetan, menjelaskan, banyaknya beberapa tanaman yang mati, di sebabkan kesulitan mendapat air.
Untuk itu pihaknya akan mengusahakan memasang saluran air dari PDAM, dan membangun saluran drainase di tengah dan di pinggir lahan, sehingga tidak akan lagi kekurangan air saat musim kemarau.
Soal beberapa tanaman yang mati, atau perlu diganti, suyadi menjelaskan, itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga, sebab sesuai kontrak kerjasama yang disepakati dengan Dishutbun, tanaman yang rusak atau mati akan dig anti ,meski kerusakan hanya 5 % dari total tanaman .
Menurut Suyadi, lahan hutan kota yang berada di desa Jelok, merupkan bekas pembuangan sampah, pihaknya akan terus melakukanperawatan , sehingga tanaman hutan kotabisa hijau ranau.
Read More

Tuesday, January 12, 2016

Unknown

WISATA AIR TERJUN SINGO KROMO YANG BELUM TER EKSPOST..!!

Nganjuk –KP
Air Terjun Singokromo memiliki ketinggian hanya sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar. Kondisi Air Terjun Singokromo masih betul-betul alami.  Air terjun ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Sedudo lebih tepatnya dibawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata.Terletak di Desa, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur.
Berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari Kota Nganjuk atau sekitar 2 km di selatan Agro Wisata Ganter.  Jalan masuk ke air terjun ini terletak di dekat pertigaan yang jalannya menanjak 500 m dari loket masuk ke Air Terjun Sedudo.
Kondisi jalan menuju ke air terjun ini sebagian belum diaspal, bahkan di beberapa bagian masih merupakan jalan setapak. Untuk sampai ke lokasi ini tersebut hanya dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan diperlukan sedikit ekstra tenaga karena kondisi medan yang masih alami.  Bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya sampai di tempat parkiran.  Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 500 meter atau 15 menit hingga tiba dilokasi air terjun berada. Bagi yang malas berjalan dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke sana dengan ongkos sekitar Rp 10000.  Keberadaan ojek banyak di temui di parkiran atau di depan jalan tanah setapak menuju ke air terjun.
Untuk wisata alamnya perlu diperhitungkan juga air terjun Singokromo, yang masih “perawan” dan alami. Air terjun ini adalah salah satu dari 10 deretan air terjun yang ada di puncak Gunung Wilis. Untuk ke air terjun Singokromo tak sesulit dulu. Dulu harus masih berjalan kaki dan melewati jalan setapak didalam hutan untuk mencapainya. Tapi sekarang pembangunan sudah berkembang maka dapat naik motor, tetapi untuk kebawah menuju air terjun tetap berjalan kaki. Anda jangan khawatir rasa lelah setelah berjalan kaki akan terobati setelah sampai di bawah air terjun yang tingginya ±50 meter.
           
Berbagai mitos dan kepercayaan mistis terhadap air terjun ini juga masih sangat lekat hingga sekarang. Sesuai dengan namanya “singo berarti harimau dan kromo berarti kawin” dari itu sering diyakini kalau mandi di air terjun ini akan segera mendapatkan jodoh bagi yang belum menikah, selain itu juga dipercaya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Boleh percaya atau tidak tapi itu merupakan keyakinan yang sampai kini melekat bagi sebagian masyarakat.
           
Di Gunung Wilis terdapat 10 air terjun, yang 2 sudah dapat dijangkau oleh wisatawan seperti air terjun sedudo dan air terjun singokromo. Sementara yang ke 8 lainya yang hanya bisa dijangkau oleh masyarakat desa Ngliman adalah Air Terjun Segunting, Air Terjun Banyu Selawe, Air Terjun Selanjur, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Banyupait, dan Air Terjun Cemoro Kandang. Lokasinya ke 8 air terjun tersebut dipuncak Gunung Wilis yang jalannya masih curam.Untuk melihat air terjun tersebut dari kejauhan tempat yang tepat adalah didusun Gimbal, sama seperti untuk melihat matahari terbit tadi, Anda dapat melihat Sedudo, Segunting dan Banyu Selawe.
           
Banyak hal yang menarik di Desa Ngliman, bukan hanya alamnya yang mempesona tetapi kehidupan masyarakat, kekayaan hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian yang menjanjikan masa depan, serta mistisnya yang tersimpan di Desa Ngliman.(kus)
Read More
Unknown

KODIM 0810 NGANJUK BESERTA DANRAMIL NGETOS MEMBERI BANTUAN KEPADA NENEK SEBATANG KARA

NGANJUK - KP
Kodim 0810 Nganjuk, Jawa Timur memberikan bantuan kepada warga kurang mampu kususnya mbah Menik janda jompo umur 80 tahun yang kondisinya sudah tidak bisa jalan dan biasa di bantu masak oleh ibu Siti Kalimah tetangganya. Bantuan berupa sembako itu diberikan secara langsung oleh Danramil Ngetos Kapten Syamsul dan Sertu Ngatijan selaku Babinsa Desa Blongko Kecamatan Ngetos yang mewakili Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf. Akatoto  (12/1).

Nenek Menik ini tinggal sebatang kara dan kondisi fisiknya pun memprihatinkan. Dia sudah tidak mampu lagi beraktifitas dan hanya berbaring di dalam gubuknya. Nenek Menik hanya bisa melambaikan tangannya saat melihat tetangga lewat didepan rumahnya untuk meminta sesuap nasi.
Ucapan terima kasih kepada jajaran anggota Kodim 0810 Nganjuk yang disampaikan langsung oleh ibu Siti Kalimah tetangga yang merawat nenek Menik. “Bantuan yang diberikan akan saya gunakan untuk mengurus kehidupan sehari-hari nenek Menik,” Ujarnya.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

PENERIMAAN KKN MAHASISWA UNAIR DI KECAMATAN NGETOS

Dalam acara penerimaan mahasiswa Unair yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Ngetos sekitar pukul 15.00 WIB (12/1).
Mahasiswa KKN ini langsung disambut oleh seluruh Kepala Desa, Danramil, Kapolsek dan Camat Ngetos Hariadi secara meriah. Mahasiswa ini akan melakukan kegiatan diwilayah Kecamatan Ngetos selama 25 hari yang dimulai tanggal 12 januari 2016 sampai dengan 5 februari 2016. Jumlah 108 orang yang akan dibagi tiap desa 12 mahasiswa terdiri dari 3 laki-laki dan 9 perempuan.

Dalam acara penerimaan  tersebut Hariadi selaku Camat Ngetos berharap agar Mahasiswa ikut membangun seluruh desa yang ada di Kecamatan Ngetos.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

Dewan Sidak Pembangunan Desa

Ngawi- Komisi IV DPRD Ngawi mengelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah proyek pembangunan di Kecamatan Kendal, selasa(12/1). Sasaran sidak kali ini pembangunan jalan rabat beton di desa Ploso dan karang rejo. Sidak di lakukan bertujuan untuk mengawal dan melakukan pengawasan terhadap proyek yang menyerap dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). ‘’ Kami ingin tahu sejauh mana pembangunan yang telah dijalankan oleh desa dengan anggaran yang ada,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Ngawi, Slamet Riyanto.
Dari sidak yang dilakukan di beberapa lokasi Slamet Riyanto dibuat kesal saat menggelar sidak pada proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Karang Rejo. Maklum jalan yang baru saja selesai di bangunan 3 bulan yang lalu sudah dalam kondisi rusak. ‘’ Saya sarankan agar kualitas bangunan yang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat di kerjakan secara maksimal,’’ tegasnya.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima kendala pasir yang membuat bahu jalan mudah rusak. Karena tidak kuat menahan beban saat dilalui kendaraan besar terlihat dari retakan-retakan dan banyak lubang di jalan. Bukan hanya itu papan sekat yang terpasang di bahu jalan kedepannya tidak usah dikasih karena dapat merusak jalan. ‘’ iya, sebab kesulitan pasir, sehingga pembangunan kurang maksimal, Papan sekat saya sarankan agar tidak usah dikasih,’’ terangnya.
Namun tidak semua yang di temui dalam sidak buruk ,  pembangunan jalan rabat desa ploso sudah memenuhi syarat tinggal pemasangan plang pengumuman jumlah anggaran yang telah di keluarkan. Sehingga masyarakat tahu jumlah anggaran pembangunan dan juga merupakanketerbukaan publik terkait anggaran pembangunan. ‘’ ploso bagus tinggal papn pengumuman saja yang belum terpasang, saya harap segera di pasang,’’ ungkap.

Kedepannya untuk pembangunan jalan rabat dengan lebar 3 meter agar pinggirannya di beri beton pabrikan agar lebih efesien dan kuat. Sehingga dalam pembanguna tidak akan banyak memakan waktu keran beton pabrikan tinggal di pasang pinggiran. ‘’ Atura kedepan untuk jalan lebar 3 meter samping jalan diberi beton pabrikan supaya kuat,’’ pungkasnya. (Dnt)
Read More
Unknown

Pemimpin Tegas, Pembangunan Desa Maju

Ngawi – Walaupun tidak punya PAD namun desa ploso tetap giat membangun desanya agar tidak ketinggalan dengan desa yang lain. Salah satunya upaya pembangunan infrastruktur terutama akses jalan, yang dirasa memang paling dominan banyak memberikan manfaat terhadap warganya. Apa lagi mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena akses jalan yang dilalu lancar. ‘’  Saya dan warga desa selalu gotong royong dalam pembangunan desa, supaya memberikan manfaat yang lebih kepada warga,’’ ujarnya kepada koran ini.
Menurut Kepala Desa Ploso, Hermawati, mengatakan bahwa pendapatan desanya yang juga sama seperti Desa lain. Sumber dana yang berasal baik dari pusat maupun daerah selalu terealisasi dengan baik. Hal ini tak lepas tentunya juga merupakan wujud kebersamaan antar warga dengan Pemerintah Desa tersebut. ‘’ Dana yang ada kami maksimalkan untuk pembangunan,’’ tuturnya.
Dia menambahkan sumber dana mulai dari Sarpras, Alokasi Dana Desa (ADD) hingga Dana Desa (DD) yang diterimanya. Dengan dana itu maka desanya mampu melakukan pembangunan  infrastruktur salah satunya membangun jalan rabat beton. Terbilang 585 meter saat ini pengerjaan telah terwujud dengan melibatkan pekerja yang rata-rata masyarakat setempat pula. “Saat ini kita sedang fokus pada pembangunan infrastruktur terutama akses jalan yang memang selain menjadi prioritas juga kita rasa banyak manfaatnya untuk warga kita sendiri.”  
merupakan kebanggaan desa yang tadinya masih terbilang minim dengan infrastruktur terutama jalan. Sekarang telah mampu merubah jalan menjadi mulus sesuai harapan warga serta terlihat dari luar bahwasanya desa kita tak kalah maju dengan desa lain. ‘’ Alham dulilah, pembangnan semakin membuat desa kami maju, semoga tahun depan dengan anggaran yang lebih dapat memaksimalkan di setiap aspek pembangunan,’’ jelasnya.

Desa melalui Kades sangat berterimakasih kepada Pemerintah yang sangat peduli dengan Desanya,hingga cita-cita percepatan pembangunan infrastruktur dapat terlaksana.”saya hanya berharap semoga di tahun mendatang dana yang digelontorkan untuk desanya bisa terbilang lebih daripada tahun ini.Dengan harapan agar pembangunan yang tidak hanya jalan saja dapat terwujud dengan sempurna.” Pungkasnya. (Adv/Dnt)
Read More