Flicker Images

BREAKING NEWS

Memuat...

Thursday, January 14, 2016

Unknown

RADIO SEBAGAI MEDIA INFORMASI KEBENCANAAN



 
Seputa Profil

            Saya dilahirkan 41 tahun yang lalu, tepatnya 28 Juli 1974. Sebut saja di Nganjuk. Sehari-hari sebagai staf di Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Nganjuk. Sebelum BPBD terbentuk, kami bertugas di Satlak PB yang bertempat di Kantor Kesbangpollinmas Kab. Nganjuk. Ketika negeri ini dilanda begitu dahsyat dengan bencana, lahirlah Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. UU tersebut mengamanatkan untuk membentuk BPBD. Berangkat dari sini, saya terpanggil untuk menyusun raperda Susunan Organisasi BPBD Kabupaten Nganjuk. Sebagai kelengkapan sebuah dokumen hukum, disusun pula raperbup tentang Rincian Tugas Pokok dan   Fungsi BPBD sekaligus analisi beban kerjanya. Kemudian tepatnya 30 Januari 2012 Perda SO BPBD Kabupaten Nganjuk disyahkan. Jadi pada bulan Januari 2016 BPBD ini genap berusia 5 tahun.

Memasuki musim penghujan tahun 2016 ini tentunya rentan dengan ancaman bencana. Masyarakat harus siap siaga menghadapi bencana. Nah, ketika di suatu daerah terdapat potensi bencana, maka informasi menjadi suatu hal yang sangat penting. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 26 huruf c dijelaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan informasi secara tertulis dan/atau lisan tentang kebiajakan penanggulangan bencana.
Berpijak pada landasan hukum di atas, maka kami sebagai insan kebencanaan berinisatif mengemas sebuah informasi seputar penanggulangan bencana dapat disiarkan melalui media elektronik. Walhasil, sebuah gagasan tersebut dapat direalisasikan dalam siaran radio milik Pemerintah Daerah. Kemudian kita kemas dalam acara dialog interakti (talk show) bertemakan kebencanaan. Awalnya sih,  kami merasa kurang yakin apakah metode ini berjalan dengan efektif atau tidak. Namun, ternyata sebuah niat baik akhirya terbangun juga. Pepatah bilang gayung bersambut. Dalam kemasan acara tersebut banyak hal penting yang kita sampaikan kepada masyarakat luas. Dan dalam perjalanannya, terjalinlah sebuah komunikasi dengan segenap elemen masyarakat.

Informasi merupakan pendidikan yang murah dan mudah untuk masyarakat dalam mitigasi bencana. Semakin banyak informasi, semakin tepat informasi, akan tercipta komunikasi antar semua stake holder dalam Penanggulangan Bencana. Ketepatan, kecepatan menginformasikan sesuatu hal yang penting bagi masyarakat akan sangat berpengaruh pada tindakan atau perilaku semua pihak dalam penanggulangan bencana. Kolaborasi antara BPBD Kabupaten Nganjuk dengan radio milik pemerintah maupun swasta telah menjadi mitra sejati.

Berawal dari sekedar ingin tahu bagaimana suasana di ruang siar sebuah studio radio, yang bagi kami masih terasa asing. Namun, ketika ada seorang sahabat saya yang bernama  Ari Hariyanto menawarkan pada saya untuk mengisi di program radio miliknya, ternyata menarik juga. Alhamdulilah lancar juga. Kemudian kita lakukan talkshow dengan memberikan selayang pandang tentang BPBD Kabupaten Nganjuk dan program kerja yang telah dan akan dilakukan.  Masyarakat sangat antusias untuk menyimak acara tersebut. Mereka bisa bersms atau langsung telepon ke ruang siar studio. Akhirnya kami menjadi tantangan tersendiri untuk menggemakan program penanggulangan bencana kepada masyarakat. Memang, kalau hitungan  waktu kurang lebih 1 bulan media penyiaran kebencanaan melalui radio ini dilakukan. Yang terpenting bagi kami adalah terus, terus dan terus berjuang demi kemanusiaan.

Tujuan Penyebarluasan Informasi Kebencanaan
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa informasi memegang peranan penting utamanya dalam membangun paradigma kebencanaan. Setelah kita hayati berkaitan pentingnya informasi seputar kebencanaan, dapat kita uraikan sebagai berikut :
a.    Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam rangka menggalakkan pengurangan risiko bencana.
b.    Untuk mengembangkan kerjasama dengan semua elemen masyarakat, instansi pemerintah dan dunia usaha dalam berpatisipasi di bidang penanggulangan bencana.
c.    Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi bencana.
d.   Untuk membangun budaya kearifan lokal, adat tradisional dan lansekap budaya sebagai aset bangsa yang selarang upaya pengurangan risiko bencana.
e.    Untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan  kepedulian masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup.      

Oleh karena pentingnya informasi seputar kebencanaan bagi masyarakat, maka penyeberluasan informasi berbasis kebencanaan perlu ditingkatkan secara terus-menerus guna mendukung program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (PRBBM).
Selanjutnya, dalam penyampaian informasi tersebut tidak terlepas dari cakupan materi yang  meliputi regulasi kebencanaan, jenis ancaman bencana dan tips upaya yang harus dilakukan, seputar catatan kejadian bencana dan informasi berkaitan dengan kondisi cuaca.
Menurut hemat saya, media ini merupakan jurus jitu untuk mendongkrak daya inovasi, kreasi, motivasi dan inspirasi segenap elemen masyarakat. Tentu saja, metode penyampaian informasi berbasis kebencanaan ini tidak saja dalam bentuk dialog interaktif (talkshow), namun juga dilayani dalam format sms dan telepon ke ruang siar. Disamping itu agar terlalu jenuh dengan dialog tersebut, maka kita sisipi dengan lagu yang bertemakan kebencanaan. Lagu karya emas komponis terkenal di era 70-an, Ebiet G Ade misal, Untuk direnungkan dan Berita kepada kawan.  

Manfaat Penggunaan Media Radio
Berdasarkan pengalaman saya, ternyata sosialiasi pengurangan risiko bencana melalui media radio ini memiliki multi manfaaat. Adapaun multi manfaat tersebut antara lain :
a.    Sebagai media  untuk membangun kerjasama lintas sektor, dunia usaha maupun unsur masyarakat.
b.    Sebagai media yang murah, mudah, cepat dan efektif dalam menginformasikan seputar program kerja BPBD  kepada masyarakat luas tentang adanya potensi  bencana baik melalui SMS maupun telepon secara langsung ke ruang siar.
c.    Sebagai media edukasi kebencanaan bagi masyarakat.
d.   Sebagai media untuk memonitoring perkembangan situasi dan kondisi di wilayah rawan bencana di mana pendengar bertempat tinggal.
Oleh karena itu, melalui media radio inilah BPBD Kabupaten Nganjuk dapat memanfaatkan multiguna media ini sebagai corongnya semangat kemanusiaan dalam penyampaian program penanggulangan bencana. Efektivitas penyebarluasan informasi kebencanaan ini jelas membantu BPBD Kabupaten Nganjuk untuk selalu berbenah diri. Mengevaluasi sejauh mana capaian program-program yang telah dilakukan selama ini. Selanjutnya ke depan akan dilaksanakan perbaikan kinerja yang selalu mengedapnkan pelayanan masyarakat di  bidang penanggulangan bencana. Masukan dan dukungan masyarakat akan menjadi bahan pemikiran bagi BPBD Kabupaten Nganjuk dalam mengimplementasikan kebijakan Penanggulangan Bencana. Sehingga pada akhirnya terwujud akselerasi kegiatan penanggulangan bencana secara berkesinambungan.

Kampanyekan PRB melalui Radio   
Beberapa waktu yang lalu telah kita saksikan bersama perhelatan pesta demokrasi secara serentak yakni pemilihan kepala daerah hampir separuh di wilayah nusantara. Tentunya setiap pasangan calon kepala   daerah melakukan tebar pesona yang dikemas dalam kampanye politik. Namun, bagi kita insan kebencanaan tidaklah demikian. Kita sadar bahwa bagi kabupaten/kota masih baru untuk lembaga yang khusus menangani bencana. Kabupaten Nganjuk sendiri untuk tahun 2016 tepatnya Januari ini memasuki tahun ke-5. Dan ini masih sangat membutuhkan pencitraan kepada publik.
            Akan tetapi, kalau kita pahami betul bahwa bekerja di ‘lembaga penyelamat jiwa manusia’ adalah sangat mulia. Betapa tidak di setiap tahapan dalam sistem penanggulangan bencana pasti unsur yang diutamakan adalah nyawa manusia. Oleh karenanya, guna lebih mendorong kepedulian dan kesadaran masyarakat ketika menghadapi bencana, maka salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui media radio. Dengan media ini kita akan lebih menyuarakan visi misi BPBD, program kerja, informasi seputar kejadian bencana, pemetaan wilayah rawan bencana, jenis bencana dan upaya yang dilakukan dan mengintegrasikan  PRB berbasis masyarakat.
Kalau kita cermati bersama, di daerah pedesaan masyarakat masih berpola responsible, melakukan aktivitas pada saat bencana terjadi. Hal ini yang sering kita jumpai. Mereka menunggu bantuan dari pemerintah atau donatur. Belum terbentuk pola kerja yang bersifat preventif, melakukan aktivitasi pada saat tidak ada bencana. Seperti yang kami ungkapakan ketika dialog interaktif di media radio. “Kami mengajak dan menghimbau saudara kami baik di instasnsi pemerintah, dunia usaha, tokoh penggerak masyarakat, ormas, LSM dan relawan agar peduli dan berperan aktif  dalam upaya-upaya penanggulangan bencana. Nah, melalui media penyiaran ini isu-isu strategis berkaitan dengan Pengurangan Resiko Bencana dapat diinformasikan secara langsung kepada masyarakat luas. Sejalan dengan hal itu, agenda PRB yang diselenggarakan di Sendai, Jepang tahun 2015 lalu telah kita implemenetasikan dalam penyiaran tersebut. Butir kelima dari Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR),  membangun ketangguhan dengan memperkuat desa-kota (urban and rural linkages). Hal ini dalam rangka mendukung keterkaitan antara desa-kota  untuk peningkatan sektor ekonomi, meningkatkan ketangguhan masyarakat guna mendukung pembangunan wilayah dengan kegiatan PRB. Misalnya yang sedang menjadi titik berat di Kabupaten Nganjuk adalah dunia pendidikan dan  sektor industri.   Maka peningkatan mutu pendidikan tentunya memasukkan dalam kurikulum sekolah berbasis PRB sehingga anak didik secara dini lebih mengenal tentang kebencanaan. Kemudian sektor industri diharapkan mampu memberikan kontribusi dana CSRnya untuk penanganan bencana baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Nganjuk.
Butit ketujuh, pengetahuan tradisional, spiritual sosial-budaya, lansekap warisan budaya, agama dan pemahaman masyarakat adat merupakan aset sumberdaya yang kuat dan menjadikan sustu bentuk investasi dalam PRB untuk ketangguhan masyarakat di masa depan.
Diharapkan implementasi ini secara perlahan kita sentuhkan dengan tradisi adat masyarakat terutama di kawasan yang rawan bencana. Pada akhirnya, nanti dapat memperkuat pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, akademisi dalam rangka melsetarikan pengetahuan tradisional, budaya, lansekap warisan budaya, sosial budaya dalam manajemen risiko bencana dan menjadi dasar yang kuat untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Upaya penyiaran gerakan PRB senantiasa terus dikembangkan. Peran serta semua elemen dan pihak terkait sangat diharapkan untuk menguatkan program penanggulangan bencana secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan.

CURICULUM VITAE
Nama dan gelar                    :  ATIM SWASONO, SP, M.Sos.          
Tempat. Tanggal lahir           :  Nganjuk, 28 Juli 1974
Pekerjaan                                         :  PNS
Instansi                                             :  Badan Penanggulangan Bencana Daerah
                                                               Kabupaten Nganjuk
Alamat Kantor                                :  Jl. Panglima Sudirman No. 280 Nganjuk     
Telp/Fax/E-mail                              :  0358-330466  bpbd_kab.nganjuk@yahoo.co.id
                                               swacentre@gmail.com
Alamat rumah                                 :  Desa Getas RT 01 RW 03 Kec. Tanjunganom
                                                               Kabupaten Nganjuk – Jawa Timur 64483
HP/E-mail                                         :  081 230 381 007 swacentre@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN :
No.
Jenjang Pendidikan
Jurusan
Lulus Tahun
Tempat
1.
SDN Kemaduh II
--
1987
Kemaduh, Baron, Nganjuk
2.
SMPN 2 Kertosono
--
1990
Kertosono, Nganjuk
3.
SMAN 1 Kertosono
A-1
1993
Kertosono, Nganjuk
4.
S-1 Pertanian
Sosial Ekonomi Pertanian
2001
Malang
5.
S-2
Magister Ilmu Administrasi
2015
Kediri

PENGALAMAN SEMINAR :

No.

Tema

Tahun
T
Tempat
Kedudukan dalam
Seminar*)
1.
Joint Seminar Disaster Mitigation and Adaptation Kyoto University – Unkiversity of Brawijaya
2014
Fak. Teknik Universitas Brawijaya-Malang
Peserta
2.
Workshop Pengantar Pemetaan Risiko Bencana
2013
Lab.Komputasi dan Pemodelan – PWK ITS
Peserta
           






PENGALAMAN DIKLAT KEBENCANAAN :

No.

Tema

Tahun

Tempat
Kedudukan dalam
Diklat*)
1.
Diklat Mitigasi Bencana – Pusbindiklatren Bappenas
2012
SAPPK - ITB Bandung
Peserta
2.
Bimtek Standarisasi Data Kebencanaan
2012
BNPB
Peserta
3.
Pelatihan Sistem Informasi Geografis
2013
Prodi PWK ITS Surabaya
Peserta
4.
Bimtek Penyusunan Renkon PB
2014
BPBD Prov. Jawa TImur
Peserta



PENGALAMAN BEKERJA
No.
Instansi
Tahun
1.
Bagian Hukum Setwilda Kab. Nganjuk
1993-2001
2.
Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kab.Nganjuk
2001-2011
3.
Kantor Kesbangpol dan Linmas Daerah Kab.Nganjuk
-    Aktif dan sebagai anggota Satlak PB hingga ikut memprakarsai Pembentukan BPBD disahkan dengan Perda Kab.Nganjuk Tahun 2012 tgl 30 Januari 2012
-    Yakni dengan penyusunan Perda, Perbup dan Anjab Tupoksi BPBD)
2011 – 2012
4.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Nganjuk
(Ikut memprakasai Pendirian BPBD Kab. Nganjuk Tahun 2012)
-    Sekarang bertugas di Bidang Pencegahan/Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Nganjuk
2012-sekarang






-     Nomor rekening : Bank Muamalat Capem Nganjuk No rek.  7440000091
-     NPWP : 57.610.194.3-655.000
-     No. HP : 081 230 381 007




Read More
Unknown

KORAMIL Ngetos Beserta Jajaranya Membantu Membuat Jalan Tembus Desa Ngetos ke Desa Kepel (TMMD)



Nganjuk  - KP
TNI melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) berhasil membuat ruas jalan tembus  yang menghubungkan Desa Ngetos ke Desa Kepel.
Pantauan wartawan Koran Pagi, Kamis (14/01), melaporkan pembukaan jalan tembus dua Desa wilayah pedalaman kaki Gunung Wilis itu telah mencapai 95%,Kecamatan Sendang. “Pembukaan akses jalan antara kedua desa tersebut  diharapkan bisa membantu kelancaran roda ekonomi masyarakat sekitar,” kata Danramil Ngetos Kapten Syamsul.
Pembukaan akses jalan, atau lebih tepat pelebaran, tidak hanya dilakukan secara manual oleh puluhan  anggota TNI bersama masyarakat sekitar. untuk membantu proses pelebaran sekaligus menyisir tebing yang ada di tepi jalan, sehingga ruas jalan layak dilalui kendaraan besar roda empat maupun roda enam.
“Pemilihan lokasi TMMD ini sudah tepat karena berada persis di peta jalur selingkar Wilis. Kami berencana menindaklanjuti pembangunan jalan yang sudah dibuka bapak-bapak TNI bersama warga ini pada tahun anggaran 2016 mendatang.

Menurut
Ndanramil Kapten Syamsoel waktu dikonfirmasi ditempat kerjanya pilihan kebijakan itu diambil dengan pertimbangan untuk mendorong kemajuan sosial-ekonomi masyarakat pinggiran, selain juga orientasi pembangunan infrastruktur kawasan teritorial di daerah-daerah sulit dijangkau atau terpencil. “Kami menggelar program TMMD ini  kebetulan fokusnya di infrastruktur jalan,” paparnya.
Pembangunan jalan tembus Desa Ngetos ke Desa Kepel  itu mendapat apresiasi positif dari warga sekitar. Kendati sebelumnya telah ada jalan setapak, pelebaran jalan menuju wilayah Kabupaten Nganjuk  membuat akses menuju desa-desa tetangga daerah itu semakin lancar, terutama dalam meningkatkan arus aneka hasil bumi maupun berbagai kebutuhan lainnya.
Tanggapan dari Tokoh masyarakat,Toko Adat juga Warga sekitar sangat senang dengan dengan kegiatan tersebut karena sangat membantu warga masyarakat dalam perhubungan maupun kelancaran ekonomi warga Desa Kepel juga warga Desa Ngetos, demikian pula sebaliknya,” ujar Sutris, warga Desa Ngetos  mengomentari jalur jalan baru di dalam skema Seputar Wilis itu.(kusno)

Read More
Unknown

Diduga Terjerat Utang, Suhadak Pilih Gantung Diri



Nganjuk-KP
Penyelesaian persoalan melalui jalan singkat dengan mengakhiri hidup rupanya masih dilakukan oleh sebagian masyarakat. Satu diantaranya, Suhadak (38) warga Dusun Kedung Pingit Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso yang kesehariannya bekerja sebagai tukang batu itu nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya, Kamis (14/1), sekitar pukul 09.30 WIB.
Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi masalah jual beli kambing dan rencananya uang hasil penjualan kambing tersebut untuk menutup angsuran motor namun sampai jatuh tempo uang hasil penjualan kambingpun tak kunjung dibayarkan oleh pembelinya sehingga ia gelap mata menghabisi sendiri sisa hidupnya, padahal dia dikenal baik dan agak sedikit pendiam oleh warga sekitar” terang salah seorang tetangganya.
Saat dilakukan visum, Suhadak dinyatakan murni gantung diri. Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sambikerep  untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Di tempat terpisah Kepala Desa Sambikerep Agus mengatakan “semoga kejadian ini menjadi yang terakhir di Desa kita, jikalau warga punya sesuatu masalah jangan sungkan untuk diselesaikan bersama. Saya selaku kepala desa siap untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.(Wah)
Read More

Wednesday, January 13, 2016

Unknown

PESONA WISATA ALAM DESA BLONGKO


EXSOTIK WISATA ALAM KENTAL AKAN SITUS RELIGI..!!!

NGANJUK-KP



Desa Blongko  Kecamatan Ngetos telah menyimpan banyak obyek wisata alam maupun realigi, diantara lain Petilasan Argojali, Air Terjun Pring Jowo, dan Air Terjun Sumber Manik.
Wisata alam ini memang jarang dikenal oleh masyarakat, tempatnya pun masih alami dan perawan. Sehingga kecantikan dan kealamian wisata ini masih terjaga. Saat wartawan Koran Pagi meninjau ke lokasi, memang jalan yang menuju Air Terjun Pring Jowo dan Air Terjun Sumber Manik sangatlah sulit. Sepanjang perjalanan banyak jalan yang rusak dan masih dimakadam serta untuk akses masuk kedalam air terjun pun masih sangat sulit  dan licin serta banyak tebing-tebing curam sehingga kita harus hati-hati. Namun saat sampai dilokasi segala rasa capek pun hilang saat melihat keindahan air terjun, semua perjuangan berat untuk sampai dilokasi terbayar lunas oleh kecantikan alam ini. Saat turunpun tak ketinggalan kita menuju lokasi Pertapaan Argojali, tempatnya pun sangat damai dan masih menyimpan aura mistis yang kental serta merupakan tempat yang bersejarah di Kabupaten Nganjuk.
Keindahan alam yang terletak di Desa Blongko memang tak kalah cantik dengan wisata – wisata lainnya. Desa wisata ini merupakan desa yang kaya dengan peninggalan sejarah dan budaya, dengan berwisata di Desa Blongko andapun akan merasakan kedamaian dengan nuansa alam yang asri serta memberikan admosfir wisata yang unik dan berbeda. Namun alangkah baiknya akses yang menuju ke obyek wisata tersebut untuk diperbaiki.
Ditempat terpisah wartawan Koran Pagi mengkonfirmasi Lurah Desa Blongko Gunawan yang sedang melakukan aktifitasnya di kantor desa “mengharapkan situs-situs yang ada didesa Blongko atau obyek wisata agar bisa dikenal wisatawan domestik maupun luar negeri, secara tidak langsung desa blongko merupakan salah satu desa wisata di kemudian hari,” pungkasnya.(Kus/Wah)
Read More
Unknown

Kades Dihimbau Transparan Soal Dana Desa


Ngawi-Bapemas Ngawi, sodik, mengingatkan para kepala desa untuk lebih trasparan terkait dengan pengelolaan dana desa.  Dengan menyatakan rincian penggunaan anggaran dari alokasi dana desa yang bersumber dari APBN maupun sumber lainnya. Sehingga semua itu wajib diketahui oleh publik untuk menghindari kecurigaan adanya penyalahgunaan dana di desa bersangkutan. ‘’ Kami ingatkan selalu menghimbau kepada para kepala desa dalam pengelolaan dana dari pemerintah lebih transparan agar publik lebih tahu,’’ ujarnya kepada Koran ini, Rabu(13/1).

Sodik mengatakan pengelolaan dana pemerintah desa dilakukan lebih transparan dan ditempelkan di dinding pengumuman mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penyelesain akhir. Sehingga masyarakat dapat mengawal dana desa  yang telah turun dengan mudah bahkan mampu bersinergi dengan pemerintah desa dalam pembangunan desa. ‘’ Sesuai aturan aparatur desa harus mendokumentasikan semua keuangan desa mulai dari pendapatan sampai pengeluaran kemudian dapat dipertanggungjawabkan,’’ katanya.

Selain itu, tidak hanya bagaimana mengelola perangkat desa, tetapi juga dilakukan secara musyawarah bersama rakyat mulai dari perencanaan, pelaksanaa, hingga selesai pembangunan. Seluruh penggunaan anggaran yang sudah didokumentasikan harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat desanya. ‘’ Harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat lewat BPD (Badan Pemusyawaratan Desa), lalu diinformasikan dengan ditempelkan di kantor desa,’’ jelasnya.

Dia menambahkan Dana desa tahun ini naik 2 kali lipat, naum dengan tambahan dari bagi hasil pajak dan pendapatan desa sendiri. Membuat nilai anggaran setiap desa tidak sama karena pendapatan setiap desa juga berbeda. Namun berapapun jumlah dana yang didapatkan harus dipergunakan untuk pembangunan masyarakat. ‘’ kuciran dana naik, namun untuk anggaran setiap desa berbeda, tergantung pendapatan wilayah desa itu sendiri,’’ tuturnya.

Harapannya setiap alokasi dana desa diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fisik seperti jalan, jembatan dan irigasi. Terkait tentang pembangunan desa harus dilakukan secara swakelola yaitu melibatkan masyarakat dan menggunakan sumber alam yang ada di desa setempat. “Pada saat pembangunan fisik harus swakelola, padat karya, melibatkan masyarakat setempat,” pungkasnya. (Dnt)
Read More
Unknown

Dewan Akan Mendapat Fasilitas Mewah


Ngawi-Luar biasa,Gedung DPRD Ngawi yang selama ini menjadi tempat para wakil rakyat serta contoh untuk kehidupan yang bersih dari korupsi justru kembali di berikan fasilitas yang sangat megah.Padahal kesehjahteraan warga Ngawi sendiri belum tentu  semuanya  merasakan kemakmuran.Kasak kusuk kantor yang akan dibangun empat lantai kini pun terjawab sudah,melalui Supriyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya (DPU BMCK) membenarkan adanya hal tersebut.
Dia mengatakan bahwa untuk proyek multiyears tersebut sesuai Rencana Anggaran Kerja (RAK)gedung tersebut akan dianggarkan kisaran 12 M lebih yang bersumberkan APBD.Sungguh nilai yang funtastic bila melihat nilai tersebut,namun jelasnya lagi meski demikian tahapan proyek tersebut masih dalam proses verifikasi internal Dinas PU BMCK sebelum muncul dokumen yang bakal diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“sekarang masih verifikasi terkait hal itu,mudah-mudahan minggu ini kita sudah bisa masukkan dokumennya ke ULP.” Jelas Supriyadi   
Untuk tahap pertama masih tambahnya,akan meliputi struktur bangunan mulai dari slup,cor beton tiang hingga atap akan dikerjakan pada tahun ini (2016,red)pula.Sedangkan tahap kedua akan mengarah ke arsitektur utamanya yakni meliputi plasteran dinding,kusen dan lantai.
“Namun untuk rampungnya tahap kedua masih menyesuaikan anggaran APBD,tidak menutup kemungkinan akan finishing pada tahap ketiga.”Ujarnya lagi.
Pungkasnya untuk konsentrasi memang diarahkan pada tahap pertama lebih dulu,yang jelas akan direalisasikan setelah adanya lelang terbuka di ULP.Sementara memang kantor Dewan ini akan terbangun sesuai masterpland nya serta sesuai rencana pula akan terbagi atas Ground atau lantai dasar,lantai satu,lantai dua serta lantai tiga. (Drg)
Read More
Unknown

Dewan Akan Mendapat Fasilitas Mewah


Ngawi-Luar biasa,Gedung DPRD Ngawi yang selama ini menjadi tempat para wakil rakyat serta contoh untuk kehidupan yang bersih dari korupsi justru kembali di berikan fasilitas yang sangat megah.Padahal kesehjahteraan warga Ngawi sendiri belum tentu  semuanya  merasakan kemakmuran.Kasak kusuk kantor yang akan dibangun empat lantai kini pun terjawab sudah,melalui Supriyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya (DPU BMCK) membenarkan adanya hal tersebut.
Dia mengatakan bahwa untuk proyek multiyears tersebut sesuai Rencana Anggaran Kerja (RAK)gedung tersebut akan dianggarkan kisaran 12 M lebih yang bersumberkan APBD.Sungguh nilai yang funtastic bila melihat nilai tersebut,namun jelasnya lagi meski demikian tahapan proyek tersebut masih dalam proses verifikasi internal Dinas PU BMCK sebelum muncul dokumen yang bakal diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“sekarang masih verifikasi terkait hal itu,mudah-mudahan minggu ini kita sudah bisa masukkan dokumennya ke ULP.” Jelas Supriyadi   
Untuk tahap pertama masih tambahnya,akan meliputi struktur bangunan mulai dari slup,cor beton tiang hingga atap akan dikerjakan pada tahun ini (2016,red)pula.Sedangkan tahap kedua akan mengarah ke arsitektur utamanya yakni meliputi plasteran dinding,kusen dan lantai.
“Namun untuk rampungnya tahap kedua masih menyesuaikan anggaran APBD,tidak menutup kemungkinan akan finishing pada tahap ketiga.”Ujarnya lagi.
Pungkasnya untuk konsentrasi memang diarahkan pada tahap pertama lebih dulu,yang jelas akan direalisasikan setelah adanya lelang terbuka di ULP.Sementara memang kantor Dewan ini akan terbangun sesuai masterpland nya serta sesuai rencana pula akan terbagi atas Ground atau lantai dasar,lantai satu,lantai dua serta lantai tiga. (Drg)
Read More
Unknown

Tingkatkan pelayanan, RSUD Nganjuk tambah alat medis baru dan dokter Spesialis.

Nganjuk. KP

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Nganjuk membangun sarana fisik dengan penambahan gedung dan alat kesehatan yang ada. Selain itu juga dilakukan penambahan dokter spesialis, seperti Spesialis jantung, rehabilitasi medik dan patologi anatomi yang di rasa masih kurang.
Direktur RSUD Nganjuk, Dr. H. Achmad Noeroel Cholis mengatakan, semakin bertumbuhnya jumlah penduduk semakin banyak pula masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima. “Penambahan dokter spesialis ini sudah menjadi keharusan rumah sakit daerah Kabupaten Nganjuk untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya saat ditemui koran pagi seusai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Nganjuk.
Diungkapkannya, bahwa selama ini memang untuk dokter spesialis di RSUD Nganjuk masih kekurangan, sehingga  pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. Untuk itu, guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Nganjuk, maka dilakukan penambahan tiga dokter spesialis seperti Spesialis jantung, rehabilitasi medik dan patologi anatomi.
Selain itu, masih kata dr. Nut Cholis bahwa Rsud Nganjuk juga menambah peralatan medis baru yakni  'Bone Mineral Densitometry' (BMD) yang berguna untuk membantu mendiagnosa osteoporosis (tulang keropos) dan menentukan bentuk terapi yang paling tepat.
," alat itu berfungsi mendeteksi kemungkinan terjadinya patah tulang di kemudian hari dan memonitor efek terapi obat-obatan yang beresiko menyebabkan osteoporosis."Katanya
Lanjut, "Sama seperti peralatan sebelumnya, pendeteksian alat ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama, tidak menimbulkan radiasi yang terlalu besar dan sangat akurat," celotehnya.
Dengan adanya peralatan medis baru  dan penambahan dokter spesialis tersebut maka pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat dilakukan dengan lebih optimal.
"Oleh karena itu, kami menginformaskan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan dengan peralatan tersebut tidak perlu jauh-jauh ke RS di luar Nganjuk, karena saat ini kami telah memilikinya." Terangnya.
RSUD Nganjuk akan terus mengintensifkan pelayanan kepada pasien, sehingga paling tindak mendekati pelayanan prima.
“Harapan kami dengan mendatangkan dokter spesialis agar semua pasien tercover dalam mendapat pelayanan kesehatan. Kami juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran,” tandasnya.(adv,yan,kmr)
Read More
Unknown

Bejat !...Oknum PNS TiduriIstriPenjualAkik

Kediri, KP.Kelakukanbejat yang dilakukanolehoknum PNS DinasKesehatan Kota Kediri, Mohammad Sholikin (41),wargaJalanBaiturMunawarDesaRembangKempuhNgadiluwihKabupaten Kediri, betul-betulsungguhketerlaluan. Yaknimenyetubuhiistrisahsalahseorangpenjualakik.Akhirnyaterpaksaharusberurusandenganaparatkepolisian.
                Informasi yang dihimpundarikepolisianmenyebutkan , peristiwaperzinahaninibermulasaatRipangi (45) suamidari Sri Utami, wargaDusunTlogowonoDesaNglumbangKecamatanGurahKabupaten Kediri , sedangbekerjamenjualakik di Blitar. SaatituRipangi yang masihbekerjamerasaperasaannyatidakenakdanmemilihpulang.Ketikasesampainyapulang di rumah, iajustrudikagetkandengansepeda motor Yamaha Vixion plat merahdenganNopol AG 2881 AP.
                Terkejutmelihatsepeda motor yang berplatmerahtersebut, Ripangilangsungmasukkedalamrumah. Ripangi yang saatitumencaritamunyaternyatatidakberada di ruangtamu.KecurigaanRipangimunculsaatmelihatpintukamarnyaterbuka.Saatdicek, sang suamimelihatistrinyasedangberhubunganintimdandalamkeadaantelanjangbulat. Dan Sri Utami yang tepergokselingkuhlangsungkagetdanberlarikekamarmandidalamkeadaantelanjang.Sementaraitu, M Sholikin (Oknum PNS) dimintamemakaipakaiannyadan di bawakeMapolsekGurah.

KapolsekGurah AKP Totok BH melaluiKasiHumasAiptuJokoWidodomengatakanberuntungdariperistiwaperzinahanituwargatidakberbuatanarkis. “Beruntungkorban (Ripangi,red) danwargasekitartidakanarkisdanlangsungmembawapelakukeMapolsek. Sementaradaripemeriksaanpelaku yang tepergokituberalasansedangnumpangbuang air kecil. “Pelakuiniberasalannumpangbuangarikecil.Dan Keduapelakuyaituistrikorbandanoknum PNS terbuktiterkenapasal 284 KUHP tentangperzinaan, dankeduapelakuterkenawajiblapor.Namun proses hukumtetapberlanjut. Saatinisepeda motor milik PNS kami amankan,” ungkapKasiHumas,AiptuJokoWidodo.(mis)
Read More
Unknown

600 JUTA APBD MAGETAN AKAN DI GELONTORKAN UNTUK PENGEMBANGAN TELAGA WAHYU

Magetan,KP
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,akan menggelontor dana sebesar Rp600 juta pada tahun 2016 untuk melakukan perbaikan fasilitas di objek wisata Telaga Wahyu yang berada di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Magetan.
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) Magetan, Siran, mengatakan, dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Magetan tahun anggaran 2016.
"Dana itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan "jogging track" dan "pavingisasi" jalan di pinggir telaga," ujar Siran,Rabu(13/1)
Menurut dia, sebagian lahan yang ada, telah dikerjakan pada tahun 2015. Rencananya, tahun ini akan dilanjutkan kembali di semua tepian atau sekeliling telaga.
lebih lanjut beliau mengatakan"Pembangunan jogging track dan pavingisasi tersebut untuk mempercantik tampilan objek wisata Telaga Wahyu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata di lokasi setempat," kata Siran.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan penambahan sejumlah fasilitas umum, agar Telaga Wahyu semakin nyaman dan layak untuk dikunjungi.
Pihaknya mengakui hingga saat ini pengelolaan Telaga Wahyu masih belum maksimal. Lokasi itu masih menjadi tempat pemacingan umum.
Selain itu, juga terdapat beberapa penduduk sekitar yang telah memanfaatkan lokasi Telaga Wahyu untuk mendapatkan penghasilan dengan membuka persewaan perahu berbentuk bebek yang dikayuh atau lazim disebut becak air.
"Konsep yang akan ditawarkan untuk Telaga Wahyu ke depan adalah tempat wisata air yang meninitikberatkan pada kegiatan memancing. Hal ini yang membedakan Telaga Wahyu dengan Telaga Sarangan, meski kedua lokasi ini sama-sama berada di lereng Gunung lawu," terang Siran manambahkan.
Pihaknya berharap, dengan pembangunan sejumlah fasilitas umum tersebut, Telaga Wahyu mampu menjadi tempat destinasi wisata setelah Telaga Sarangan. Sebab, jika dikelola dengan baik, objek tersebut dapat menyejahterakan penduduk sekitar dan mendukung pendapatan asli daerah (PAD) di bidang pariwisata.
DEE
Read More
Unknown

KOMISI B DPRD MAGETAN SOROTI HUTAN KOTA MAGETAN

MAGETAN - KP
Komisi B DPRD Magetan sorotri banyaknya tanaman hutan kota yang mati dan kurang terawat. setelah emndapatkan sorotan,Dinas Kehutanan dan Perkebunan Magetan, akhirnya memperbaiki keberadaan hutan kota di beberapa titik .beberapa tanaman banyak mati dan kurang perawatan .
wajah hutan kota yang ada di Lapangan Jelok Kelurahan Bulukerto Kecamtan Magetan, tidak seperti hutan kota yang di harapkan. Pasalnya banyak tanaman yang mati dan kering,
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Magetan, Suyadi, yang meninjau bersama rombongan Komisi B DPRD Magetan, menjelaskan, banyaknya beberapa tanaman yang mati, di sebabkan kesulitan mendapat air.
Untuk itu pihaknya akan mengusahakan memasang saluran air dari PDAM, dan membangun saluran drainase di tengah dan di pinggir lahan, sehingga tidak akan lagi kekurangan air saat musim kemarau.
Soal beberapa tanaman yang mati, atau perlu diganti, suyadi menjelaskan, itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga, sebab sesuai kontrak kerjasama yang disepakati dengan Dishutbun, tanaman yang rusak atau mati akan dig anti ,meski kerusakan hanya 5 % dari total tanaman .
Menurut Suyadi, lahan hutan kota yang berada di desa Jelok, merupkan bekas pembuangan sampah, pihaknya akan terus melakukanperawatan , sehingga tanaman hutan kotabisa hijau ranau.
Read More